Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa dan PH di Pusaran Kasus Ramli-Reza: Keluarga Dimintai Ratusan Juta
Palu – bidikhukumnews.cm // Proses hukum yang menjerat Ramli dan Reza kini diwarnai kabar miring terkait integritas aparat penegak hukum dan pendamping hukum, 4/3/2026. Keluarga terdakwa mengaku menjadi sasaran permintaan uang oleh oknum Jaksa dan Penasihat Hukum (PH) yang seharusnya mendampingi mereka secara gratis.
Menurut keterangan pihak keluarga, oknum Jaksa diduga meminta uang sebesar Rp150 juta kepada orang tua Ramli.
Tak hanya itu, PH yang ditunjuk oleh keluarga untuk mendampingi terdakwa juga diduga meminta uang operasional sebesar Rp5 juta. Pernyataan Kontroversial Penasihat Hukum
Selain masalah uang, keluarga merasa kecewa dengan sikap PH tersebut.
Pasalnya, PH tersebut secara terang-terangan menyatakan tidak bisa membela Ramli dan Reza secara maksimal. Dalam sebuah pernyataan yang menggunakan perumpamaan, PH tersebut menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa membela Ramli dan Reza karena “belanganya” ada pada pihak lain bernama Aco. Ia berdalih jika dirinya tetap membela Ramli dan Reza, maka “belanganya akan pecah.”
Pernyataan ini dinilai janggal dan mencederai hak terdakwa untuk mendapatkan pembelaan hukum yang adil, terutama karena PH tersebut dibayar oleh negara melalui skema bantuan hukum cuma-cuma bagi warga tidak mampu. Potensi Pelanggaran Hukum Jika dugaan ini terbukti, oknum Jaksa tersebut dapat terjerat tindak pidana korupsi atau pemerasan.
Sementara itu, oknum PH terancam sanksi etik berat dari organisasi advokat karena menolak membela klien yang telah dikuasakan kepadanya dengan alasan yang tidak rasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih mempertimbangkan untuk melaporkan temuan ini ke Komisi Kejaksaan dan organisasi profesi advokat terkait guna mendapatkan keadilan bagi Ramli dan Reza
Pungli Jaksa: Meminta uang dalam penanganan perkara adalah tindak pidana.
Akan melaporkan ini ke Jamwas (Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan).
Pelanggaran PH: PH dari negara dilarang keras meminta uang sepeser pun. Kalimat “belanga pecah” menunjukkan adanya konflik kepentingan yang sangat merugikan Ramli dan Reza.
Reporter: YN. Ladhu






