Pesantren Assalafiyah Nurul Hikmah Dukung Program Makan Siang Gratis untuk Pelajar
Sukabumi – bidikhukumnews.com || Dalam rangka mendukung program nasional makan siang gratis bagi pelajar yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Pesantren Assalafiyah Nurul Hikmah menyatakan komitmennya untuk ambil bagian secara aktif dalam implementasi program ini.” Selasa (22/04/2025)
Pesantren yang berlokasi di Kampung Suweng, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi ini tengah mempersiapkan pembangunan dapur terpadu untuk menunjang kegiatan memasak dan distribusi makanan bagi siswa-siswa SD, SMP, dan SMA di wilayah sekitarnya.
Dipimpin oleh Ustadz Ahmad Syihabudin Romli, yang akrab disapa *Abuy*, Pesantren Assalafiyah Nurul Hikmah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Abuy, yang juga menjalankan usaha katering bernama Katering Bah Bayan, menggandeng pemerintah dalam pelaksanaan program makan siang gratis tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa para santri, khususnya yang terkendala biaya, tidak perlu lagi meninggalkan bangku pendidikan hanya karena alasan ekonomi. Melalui program ini, kami juga memberikan mereka ruang untuk belajar dan berkarya,” ujar Abuy kepada awak media.
Tak hanya memberdayakan santri, Pesantren Assalafiyah Nurul Hikmah juga berencana membuka lapangan kerja bagi warga sekitar Kampung Suweng, dengan membentuk tim yang bertugas di bagian memasak, pengemasan, hingga pengiriman makanan ke sekolah-sekolah sasaran.
Meski dapur pusat masih dalam tahap pembangunan, Abuy optimistis program ini akan berjalan lancar berkat dukungan istrinya yang berpengalaman di bidang katering dan pariwisata, serta tim kerja yang solid. Setelah pembangunan dapur selesai dan mendapat persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN), program makan siang gratis ini diharapkan dapat segera direalisasikan.
Adapun sekolah-sekolah yang akan menerima distribusi makanan siang akan ditentukan setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BGN, dengan prioritas awal pada tingkat SMP, disusul SD dan SMA.
Sebagai jurnalis dari Media Bidik Hukum Nasional, saya berharap narasi ini dapat menginspirasi para pembaca untuk meneladani semangat dan dedikasi Ustadz Ahmad Syihabudin Romli dalam menggabungkan pendidikan, sosial, dan ekonomi dalam satu langkah nyata.
Reporter : Abdul Latip









