Apel Perdana di awal tahun 2026 setelah Libur Tahun baru
Bupati Tojo una-una Ilham Lawidu, S.H, Melaksanakan Apel perdana di lingkup Pemerintahan daerah, Sekretaris Daerah Alfian Matajeng, S.Pd M. AP, Perangkat Daerah, Camat Ampana kota dan Camat Ratolindo serta PNS, PPPK/PPPK Paruh Waktu dan seluruh Tenaga Honorer
Kasubag Kepegawaian menyiapkan Absensi Manual dan Akan di serahkan kepada Badan kepegawaian Daerah, ( BKD ). Memakai Seragam PDH warna keki, dan honorer Honorer memakai Putih Hitam
Dalam sambutannya Bupati mengharapkan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah agar bersama sama membangun membangun semangat kebersamaan ASN di Tojo Una Una
Setahun perjalanan kepemimpinan bupati dan wakil bupati pasangan Ilham Lawidu dan Hj Surya, hingga memasuki Tahun 2026 adalah tonggak estafet waktu didalam menyusun strategi dan langkah kongrit,
Mencetuskan program dalam pelayanan pada masyarakat dala kondisi yang dibatasi oleh minimnya anggaran.
Menjadi menarik Bupati hari ini, ketika memulakan membangun moral dan ikatan persatuan jajaran ASN dan seluruh kompenen pemerintahan Kabpaten Tojo Una Una, dikerucutkan dalam niat suci.
Melaksanakan amanah melalui tugas yang membutuhkan ketegasan, kehandalan dan integritas dan kepatuhan pada pemimpin, sepanjang didasari rasa dalam mewujudkan kebenaran disetiap menath program waktu yang masih tersisa.
Sebuah ungkapan bahwa ribuan orang tanpa tak berarti, jika tak memiliki niat menjaga persatuan sebagai abdi negara, akan dikalahkan oleh segelintir orang yang terstruktur untuk sebuah tujuan tertentu dengan narasi yang menyesatkan pemikiran masyarakat awam.
Adalah inti yang dimaknai arahan bupati saat memimpin apel perdana tahun 2026 dihalaman upacara kantor bupati Tojo Una Una. 5 Januari 2026.
Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu adalah politisi yang lahir dari kandungan Partai Golongan Karya (GOLKAR) secara terukur dalam menarasikan penyampaian ketengah ribuan ASN di Tojo Una Una.
Dari podium ia mengungkap kondisi kekinian negeri sivia patuju yang butuh perhatian penuh dan keseriusan menghadapi berbagai kendala yang menghadang, ditengah keterbatasan anggaran yang dapat dikatakan minus.
Ia mengajak seluruh peserta apel agar selalu dalam kebaikan mengusung tugas dan tanggung jawab melaksnakan program Pusat Nawacita, yang merupakan program strategis nasional program yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. terurai dalam 19 program berani. Menurut bupati pelaksananya telah dituangkan dalam RPJMD dan sudah disahkan bersama dengan DPRD Tojo Una Una.
“wajib hukumnya kita menjalankan secara bersama dan membackup program-program tersebut” Tegas Ilham Lawidu
Ilham mengingatkan, bahwa semua program itu tak lepas dari manfaat dan mudaratnya, sehingga perlu ditakar dari sisi agama.
“jika kebaikannya jauh lebih besar dari mudaratnya, maka kita laksanakan” Tegas bupati.
Bahkan ia menekankan kebaikan dari nilai manfaat program itu perlu diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Ujarnya serius.
Ia menyorot kuantitas ASN di Tojo Una Una sekitar 8 ribuan, namun kelihatan tidak efektif karena tidak ada kekompakan, sehingga terganggu oleh narasi sekolompok oknum yang hanyaseratusan orang.
Sementara menurutnya apa yang dilaksanakan pemerintah daerah adalah program pro rakyat, yang bakal meningkatkan Pendapatan asli daerah (PAD. Dari penghasilan daerah itu, akan dimanfaatkan untuk pembangunan inprakstruktur,
Pemberdaayan serta bantuan-bantuan sosial dan keagamaan, serta pelayan masyarakat adalah utama yang merupakan hal yang mulia. Ucap bupati.
Bupati mengucapkan lantang,”kalau yang benar itu adalah kebenaran maka wajib hukumnya kita berdiri tegak memperjuangkan kebenaran itu”. Seru bupati, yang mendapat respon postif secara serentak menyahuti ucapan bupati.
Pada apel itu, bupati mengungkap anggaran fisik yang tersedia di tahun 2026 hanya 5 miliar rupiah, itupun belum memasukkan anggaran 3 bulan terakhir Oktober November Desember. “55 miliar saya juga belum memasukkan anggaran untuk PPT 3 bulan terakhir, jika seluruh anggaran dimasukan akan minus sekitar 60 miliar. ” Ungkap bupati.
Kendati demikian, Ilham Lawidu berpesan agar tidak pesimis dengan kondisi itu, melalui apel perdana ia minta seluruh peserta apel agar mengikhlaskan sedikit rezekinya untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Aceh dan Sumatera, yang mengalami musibah.
“Semoga keikhlasan akan merubah menjadi pertolongan dan ridho Allah, akan datang dari berbagai arah rezeki yang tidak diduga sebelumnya memperkuat anggaran daerah” Ucapnya tulus.
“Saya yakin kalau kita ikhlas, Allah akan turunkan dari langit dan dari dalam perut bumi, rezeki dari arah yang tidak sangka-sangka untuk Kabupaten Tojo Una Una, sepanjang kita selalu bergandengan untuk misi bersama untuk memajukan daerah ini. Tandas Bupati.
Reporter: Kabiro Touna (YN. Ladehu)







