PENEGASAN TERHADAP ISU HOAKS: TINDAKAN HUKUM SIAP DIAMBIL ATAS PEMBUNUHAN KARAKTER BUPATI TOJO UNA-UNA

TOJO UNA-UNA – bidikhukumnews.com

1 OKTOBER 2026 — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una dan keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang namanya dicatut dalam narasi hoaks yang beredar di media sosial Facebook, secara tegas menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar dan merupakan fitnah. Pihak terkait menyatakan kesiapan penuh untuk mengambil langkah hukum tegas terhadap penyebar berita bohong tersebut.

DUDUK PERKARA

Belakangan ini beredar luas di platform Facebook sebuah narasi yang menuding adanya pernikahan antara Bupati Tojo Una-Una dengan seorang oknum PNS di lingkungan Pemkab Tojo Una-Una. Isu liar ini bermula dari sebuah unggahan berjudul “Alhamdulillah Bupati So Jadi Orang Dondo”.

Meski teks utama unggahan tersebut terlihat sederhana, kolom komentar justru melahirkan spekulasi liar yang berkembang pesat bagai bola salju. Narasi yang tidak bertanggung jawab ini dengan sengaja dibelokkan, disebarkan, dan akhirnya berubah menjadi pembunuhan karakter yang terencana, seolah dikemas sebagai komoditas politik untuk menjatuhkan otoritas kepemimpinan daerah.

TANGGAPAN DAN LANGKAH TEGAS

Merespons polemik digital yang kian memanas dan meresahkan, pihak hukum Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una bersama keluarga PNS yang bersangkutan menyatakan:

“Isu yang beredar adalah berita bohong (hoaks) dan fitnah yang merugikan nama baik pihak Bupati maupun keluarga yang bersangkutan. Kami tidak akan diam saja melihat pembunuhan karakter yang sengaja dilakukan ini.”

Kedua pihak menyatakan telah menyiapkan langkah hukum dan akan menempuh jalur pidana maupun perdata terhadap siapa pun yang terbukti menyebarkan, menciptakan, serta memperluas narasi yang merugikan tersebut. Langkah ini diambil untuk melindungi nama baik, menegakkan kebenaran, sekaligus memberikan efek jera.

IMBAUAN MASYARAKAT

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah termakan berita yang belum tentu kebenarannya, senantiasa melakukan pengecekan fakta, dan tidak ikut menyebarkan narasi yang bersifat merugikan orang lain.

“Jadilah pengguna media sosial yang bijak. Jangan biarkan kebenaran kalah cepat oleh berita bohong yang sengaja dibuat untuk memecah belah dan mencoreng nama baik.

Reporter: Waka Perwil Sulteng (YN. Ladehu)