Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi Hadiri Milangkala ke-45 Desa Sukamaju, Potensi Wisata Lokal Disorot
Peringatan Milangkala Desa Sukamaju ke-45 di Lapang Bola Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, berlangsung meriah dengan mengusung semangat pelestarian budaya, kebersamaan masyarakat, dan pengembangan potensi wisata desa. Perayaan yang digelar pada 21–25 Oktober 2026 tersebut menghadirkan beragam kegiatan seni budaya, keagamaan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Sukamaju, Herlan, bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., turut hadir dalam rangkaian peringatan tersebut. Kehadiran unsur pemerintah daerah menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat.
Mengusung tema “Ngamumule Budaya, Ngahiji Warga, Ngawangun Desa”, dengan subtema “Tiwarga Kuwarga Keurwarga”, peringatan Milangkala ke-45 ini menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur, mempererat persatuan warga, serta membangun desa melalui partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Herlan: Milangkala Jadi Momentum Pelestarian Budaya
Kepala Desa Sukamaju, Herlan, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat dan dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan peringatan hari jadi desa tersebut.
Menurutnya, Milangkala bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi Desa Sukamaju kepada masyarakat luas.
“Melalui kegiatan seperti pasanggiri pencak silat dan pesta seni rakyat ini, kita ingin melestarikan budaya asli Sukamaju sekaligus membuktikan bahwa desa kita memiliki daya tarik wisata yang luar biasa,” ujar Herlan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, menjaga tradisi, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa.
Lima Hari Diisi Seni Budaya, Kegiatan Sosial, dan Pemberdayaan Ekonomi
Rangkaian Milangkala Desa Sukamaju ke-45 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Pada 21–22 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan Pasanggiri Seni Pencak Silat Tradisi yang menampilkan kemampuan para pesilat muda dan sejumlah paguron dari wilayah Kecamatan Kadudampit. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Sunda.
Selanjutnya, pada 23 Oktober 2026, masyarakat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Tabligh Islamiyah sebagai wujud rasa syukur sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada 24 Oktober 2026, kemeriahan berlanjut melalui kegiatan jalan santai tingkat Kecamatan Kadudampit yang diikuti masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik bagi warga.
Sementara itu, puncak perayaan pada 25 Oktober 2026 dimeriahkan dengan karnaval budaya, pertunjukan seni tradisional, pasar pangan murah, kegiatan donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Selama rangkaian kegiatan, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu daya tarik. Beragam produk lokal, kuliner khas, serta hasil kreativitas masyarakat dipamerkan untuk memperluas promosi produk unggulan Desa Sukamaju.
Kehadiran bazar tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, dan memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.
Kadis Pariwisata Dorong Penguatan Potensi Wisata Berbasis Budaya
Kehadiran Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., turut memberikan perhatian terhadap potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Desa Sukamaju.
Kawasan Kadudampit dikenal memiliki daya tarik alam dengan udara sejuk, lanskap hijau, serta kekayaan tradisi masyarakat yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis desa.
Perayaan Milangkala menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan tersebut melalui pertunjukan seni tradisional, interaksi masyarakat, serta aneka produk dan kuliner lokal.
“Event budaya seperti Milangkala ini adalah aset pariwisata yang sangat bernilai. Ketika budaya dilestarikan dan masyarakat bersatu, wisatawan akan dengan sendirinya tertarik untuk datang dan merasakan langsung kehangatan serta keindahan Desa Sukamaju,” ujar Ali Iskandar.
Pengembangan wisata berbasis budaya diharapkan tidak hanya memperluas daya tarik destinasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan penguatan usaha lokal dan pembangunan desa.
Dihadiri Unsur Legislatif, Forkopimcam, dan Tokoh Masyarakat
Perayaan Milangkala Desa Sukamaju ke-45 turut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan, legislatif, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
Di antara tamu yang hadir ialah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Yusuf Ridwan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), anggota DPRD Kabupaten Sukabumi H. Apep dari PPP, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kadudampit, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, H. Bram, turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada puluhan anak yatim di Desa Sukamaju.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat kepedulian dan kebersamaan yang mewarnai peringatan hari jadi desa.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, kemajuan pembangunan, serta kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Sukamaju.
Peringatan Milangkala ke-45 ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan kebersamaan warga, dan mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai kekuatan pembangunan desa.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat, Desa Sukamaju diharapkan mampu terus menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
SR

