SATU ANAK MASIH HILANG DIBAWA ARUS DERAS, LIMA SELAMAT: TRAGEDI DI SUNGAI CIKUNDUL MENYISAKAN LUKA DAN TANDA TANYA

CIANJUR – bidikhukumnews.com

Harapan dan kecemasan berpadu di tepian Sungai Cikundul, Cianjur, sepanjang Selasa (2/12/2025). Operasi penyelamatan skala besar masih berlanjut untuk mencari HAR (12), satu dari enam anak yang terseret arus sungai yang tiba-tiba deras pada Senin (1/12) siang. Hingga berita ini diturunkan, nasibnya masih menjadi misteri yang dalam, menggentarkan warga Kampung Cikeundi Landeuh, Desa Mekarjaya.

Tragedi yang mengubah riuh rendah permainan anak menjadi kepanikan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Keenam korban, yang masih berusia 9 hingga 12 tahun, sedang bermain di kawasan sungai ketika cuaca berubah secara dramatis.

Kepala Dusun 01 setempat, Dede Arifin, dengan suara lirih menuturkan kronologi yang memilukan. “Informasinya, mereka sedang main di sungai. Lalu hujan turun. Debit air tiba-tiba naik sangat cepat dan deras, menyapu dan menenggelamkan mereka,” jelasnya di lokasi kejadian, sambil pandangannya terpaku pada aliran sungai yang kini menjadi pusat perhatian.

Berkat respon cepat tim gabungan—yang melibatkan Polsek Cikalongkulon, Damkar, Basarnas, relawan, BPBD, dan masyarakat—lima anak berhasil dievakuasi dengan selamat. Mereka adalah MA (9), RJR (12), IF (12), DS (11), dan Z (11). Mereka telah mendapatkan pertolongan medis dan pendampingan.

Namun, kegelisahan masih menyelimuti desa. Pencarian terhadap HAR (12) diperluas hingga ke titik-titik hilir dengan intensifikasi personel dan peralatan. Fokus tim penyelamat kini menyisir area yang diduga memiliki karakteristik arus kompleks atau pusaran.

Kepala Desa Mekarjaya, Ayub Jumiati S.Pd.i, membenarkan insiden ini. Dalam komunikasi terbatas, ia menegaskan bahwa semua sumber daya desa saat ini dikerahkan. “Iya, benar terjadi. Untuk detailnya, kami masih memusatkan perhatian pada upaya pencarian di lapangan,” ujarnya, menggambarkan situasi yang masih sangat genting.

Tragedi ini memantik sejumlah refleksi mendesak. Pertanyaan tentang frekuensi aktivitas anak di lokasi rawan, kesiapan sistem peringatan dini banjir bandang, serta pemahaman masyarakat akan bahaya hidrometeorologi di area sungai, mengemuka ke permukaan. Dampak psikologis jangka panjang pada kelima anak yang selamat, yang menyaksikan temannya hilang diterjang arus, juga menjadi perhatian serius.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu mungkin akan datang kemudian. Namun, untuk hari-hari ini, di Desa Mekarjaya, seluruh doa dan tenaga dikerahkan untuk satu tujuan tunggal: menemukan HAR dan mengembalikannya kepada keluarganya. Sungai Cikundul, yang biasanya menjadi sumber kehidupan, kini menyimpan satu cerita duka yang belum usai.

HDS/Ajib

bidikhukumnews.com