153 Siswa Ikuti OMI Bidang Sains Tingkat MTs di Cisaat, Targetkan Lahirkan Bibit Berprestasi

SUKABUMIbidikhukumnews.com

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang sains tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah Kecamatan Cisaat, resmi dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan olimpiade tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Sunanulhuda, Kampung Cikaroya Tipar, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu wadah bagi para siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mendapatkan pengalaman dalam mengikuti kompetisi di bidang sains.

Dalam pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia tersebut, terdapat tiga mata pelajaran yang dilombakan, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Sebanyak 153 peserta didik dari wilayah Kecamatan Cisaat dan Kecamatan Kadudampit mengikuti kegiatan olimpiade tersebut. Para peserta berasal dari madrasah yang berada di kedua wilayah kecamatan tersebut dan berkesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang akademik.

Pelaksanaan OMI diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk memperoleh prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga kepada siswa-siswi dalam menghadapi sebuah kompetisi. Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik diharapkan dapat belajar membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan akademik, serta memiliki semangat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ketua Pelaksana Kegiatan OMI wilayah Cisaat, Jajang Jalaludin, mengatakan bahwa pelaksanaan lomba sains tingkat Madrasah Tsanawiyah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi peserta didik, khususnya dalam bidang sains.

Menurut Jajang, kegiatan olimpiade tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan pengalaman kepada siswa-siswi agar terbiasa mengikuti kompetisi akademik. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi peserta didik untuk menghadapi berbagai kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

“Lomba sains tingkat Madrasah Tsanawiyah ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi siswa-siswi di bidang sains, sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam mengikuti sebuah kompetisi,” ujar Jajang.

Ia menambahkan, kegiatan olimpiade sains juga diharapkan dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya semangat belajar para siswa. Dengan adanya kompetisi, siswa didorong untuk lebih giat mempelajari berbagai bidang ilmu serta meningkatkan kemampuan akademiknya.

Jajang berharap dari pelaksanaan OMI tersebut akan muncul siswa-siswi berprestasi yang dapat menjadi perwakilan untuk mengikuti kompetisi olimpiade sains pada tingkat yang lebih tinggi, termasuk tingkat provinsi.

“Kami berharap nantinya ada perwakilan yang dapat mengikuti lomba olimpiade sains di tingkat provinsi. Dengan adanya kegiatan olimpiade sains ini, mudah-mudahan menjadi salah satu pemicu agar siswa-siswi lebih giat dalam belajar sehingga mampu bersaing dengan siswa-siswi lainnya,” ungkapnya.

Menurut Jajang, meningkatnya semangat belajar siswa diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik. Karena itu, kegiatan seperti OMI dinilai memiliki peran penting dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Kalau semangat belajar meningkat, tentu kami berharap prestasi juga ikut meningkat. Kami sebagai pendidik juga terpacu untuk lebih giat melakukan pembinaan kepada siswa-siswi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jajang menyampaikan bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mereka dalam mengikuti perlombaan, tetapi juga membutuhkan proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para pendidik.

Oleh sebab itu, kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia menjadi momentum bagi siswa maupun tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Para siswa mendapatkan pengalaman berkompetisi, sementara para pendidik memperoleh motivasi untuk semakin meningkatkan pembinaan dan pendampingan terhadap peserta didik.

Dengan terlaksananya OMI bidang sains tingkat Madrasah Tsanawiyah di wilayah Cisaat tersebut, diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit siswa berprestasi yang mampu membawa nama baik madrasah, Kecamatan Cisaat, Kecamatan Kadudampit, hingga Kabupaten Sukabumi pada ajang kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi madrasah yang memiliki kemampuan akademik, semangat belajar, pengalaman berkompetisi, serta kesiapan untuk menghadapi persaingan di bidang pendidikan pada masa mendatang.

 

SR