Leng I Dope Jami Ba (Masih yang dulu sama kami )

Madina–bidikhukumnews.com-
Tak lama lagi pemilihan umum ( Pemilu) akan digelar di seluruh Indonesia, baik itu legeslatif hingga Presiden. Suhu politik jelang pesta demokrasi semakin meningkat. Petahana dan wajah baru muncul diperbincangkan ditengah-tengah masyarakat. Plus minus setiap sosok yang mencalonkan diri dibicarakan masyarakat pemilih. Tak banyak hal yang dibahas masyarakat awam untuk setiap calon ,hanya seputar kedekatan dan mudahnya komunikasi dengan setiap calon itu sendiri.
Di warung kopi pinggir sungai Ranto Puran desa Gunung Tua Jae, kecamatan Panyabungan, kabupaten Mandailing Natal ( Madina), Sumut, pembicaraan mengenai calon legislatif ( Caleg) sudah mulai jadi perbincangan. Awak media berbincang-bincang dengan penghuni warung di satu pondok (Sopo) sekitar 6 orang, saat ditanya “ise doma jita caleg on – bahasa Mandailing ” ( Siapa caleg pilihan kita) sontak mereka sependapat dengan jawaban ” Leng i Dope Jami Ba” ( masih itu pilihan kami) , Senin, (30/10/2023).
Tak rinci dijelaskan penghuni warung kopi itu siapa sosok pilihan mereka maksud. Namun ditanya tentang pilihan bupati, presiden nantinya, mereka tetap jawab ” Leng i dope”.
Begitu setianya mereka dengan pilihan mereka dari sebelumnya hingga yang akan datang. Apakah sosok pilihan mereka sangat familiar dengan masyarakat luar atau hanya dengan mereka saja tidak dijelaskan mereka secara detail namun mereka tetap setia dengan Sosok itu.

Mereka tidak mau dipublikasikan nama calon pilihan mereka namun sosok itu tetap pilihan mereka hingga keluarga mereka masing-masing. Seperti apa sich pengayoman pilihan mereka patut ditiru oleh calon lain untuk menggaet suara baik calon Pemula dan petahana.
Jelasnya, diterangkan mereka calon itu mudah ditemui dan mudah komunikasi. Sekecil apapun curhatan dan masalah dengan dia ( calon pilihan mereka) mudah dituntaskan dan punya solusi.
Pantas saja mereka tidak mudah berpaling dengan iming-iming calon lain yang hendak merekrut mereka.
Dikatakan mereka, mereka tak akan berpaling untuk pilihan legislatif ini mereka sudah satu bahasa untuk memilih calon itu kembali dan jikalau calon yang mereka maksud mencalonkan diri ke lembaga yang lebih tinggi akan mereka usung dan dukung lagi.
” Orang yang dekat lebih mengerti apa yang kita rasakan” timpal mereka.
Penulis : Magrifatulloh






