Kesadaran Warga Sukabumi Ditingkatkan untuk Pencegahan HIV/AIDS
Sukabumi – bidikhukumnews.com || Sukabumi tercatat sebagai daerah dengan tingkat penyebaran HIV/AIDS yang cukup tinggi. Data dari beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan jumlah kasus, terutama di beberapa kecamatan di wilayah utara dan selatan. (13/03/25).
Menurut Retno Handayani, seorang relawan yang aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS, penyebaran di wilayah utara seperti Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat, dan Sukaraja diduga kuat disebabkan oleh penggunaan narkoba dengan jarum suntik secara bergantian. Sementara itu, di wilayah selatan seperti Palabuhanratu, Ciracap, dan beberapa kecamatan yang memiliki objek wisata, faktor utama penularan HIV/AIDS adalah maraknya transaksi seksual yang tidak aman.
Pendataan sejak tahun 2013 menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS di daerah ini banyak bermula dari hubungan seksual berisiko. Untuk membantu para pengidap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menyediakan layanan terapi Antiretroviral (ARV) di beberapa rumah sakit, termasuk RSUD Sekarwangi, RSUD Jampangkulon, dan RSUD Palabuhanratu.
Retno Handayani menekankan pentingnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan terdekat bagi para pengidap HIV/AIDS. Ia juga mengingatkan agar mereka tetap disiplin mengonsumsi obat ARV sesuai anjuran dokter untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Kami juga mengimbau keluarga dan masyarakat agar lebih peduli dan memberikan dukungan moral bagi para pengidap HIV/AIDS. Mental yang kuat sangat penting dalam menghadapi penyakit ini,” ujar Retno Handayani.
Mengingat tingginya angka penyebaran, masyarakat diminta untuk lebih waspada dengan melakukan tindakan pencegahan, seperti menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian serta menerapkan perilaku seksual yang aman.
Jurnalis: Tedi Alamsyah







