Teddy Setiady Serap Aspirasi Warga Pondokkaso Landeuh, Longsor hingga Infrastruktur Jadi Sorotan
Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, mencuat dalam kegiatan Reses II Tahun Sidang 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiady, yang digelar di Sekretariat RW 08 Kampung Ciutara RT 20, Rabu (3/6/2026).
Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penanganan daerah rawan longsor, pembangunan infrastruktur lingkungan, program pemberdayaan masyarakat, hingga pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih.
Reses yang dihadiri ratusan warga itu juga dihadiri Ketua PAC Gerindra Kecamatan Parungkuda Endru, Kepala Desa Pondokkaso Landeuh Ujang, Sekretaris Desa, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT dan RW.
Pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan harapan agar pemerintah lebih serius dalam menangani titik-titik rawan longsor yang berpotensi mengancam keselamatan warga. Selain itu, peningkatan kualitas jalan lingkungan dan dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian utama yang disampaikan peserta reses.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Teddy Setiady menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui mekanisme yang ada di DPRD.
“Reses merupakan sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan evaluasi dan perjuangan kami agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Teddy, pembangunan yang tepat sasaran harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, masukan yang disampaikan warga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan ke depan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah usulan masyarakat yang sebelumnya disampaikan melalui kegiatan reses maupun musyawarah pembangunan telah berhasil direalisasikan. Program tersebut di antaranya pemasangan penerangan jalan umum (PJU), kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan jalan lingkungan di beberapa wilayah desa.
“Beberapa usulan yang pernah disampaikan warga telah terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui sinergi antara warga dan pemerintah,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur dan kebencanaan, masyarakat turut memberikan perhatian terhadap implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih. Warga berharap program tersebut dapat dijalankan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Terkait hal tersebut, Teddy menjelaskan bahwa pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih merupakan kebijakan pemerintah yang memiliki regulasi tersendiri dan melibatkan berbagai unsur pemerintahan hingga tingkat desa.
Ia menilai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi catatan penting agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik serta menghindari potensi persoalan di kemudian hari.
Melalui kegiatan reses tersebut, Teddy berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin secara efektif. Dengan adanya ruang dialog yang terbuka, berbagai kebutuhan dan persoalan warga dapat teridentifikasi lebih cepat sehingga menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan reses ini sekaligus menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah yang lebih merata dan berkelanjutan.
Reporter: SR







