AKSI DAMAI BERGERAK WARGA TOJO UNA‑UNA TEBARKAN SERUAN “STOP NORMALISASI LGBT” KE SELURUH PENJURU DAERAH

AMPANAbidikhukumnews.com

Ribuan warga Kabupaten Tojo Una‑Una meluncurkan aksi damai bergerak berjalan kaki serta konvoi kendaraan utama di jalan poros Ampana, Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari seruan besar “Aliansi Masyarakat Touna Tolak LGBT”, dengan pesan utama “Stop Normalisasi LGBT di Touna” yang dibawa secara terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat daerah ini.

Kendaraan Utama Mobil pick up dengan spanduk raksasa bertuliskan identitas aliansi, tema aksi, dan seruan terbuka bagi warga dari semua latar belakang suku, agama, dan profesi di Tojo Una‑Una.


Penyampaian Pesan Dari atas kendaraan menggunakan pengeras suara megafon, juru bicara aliansi menyampaikan poin‑poin keresahan dan sikap warga kepada masyarakat yang menyaksikan di pinggir jalan Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan pemuda
​kelompok pendukung aksi yang menandakan keterlibatan beragam elemen dalam satu tujuan bersama sesuai semboyan daerah “Sivia Patuju”.

Selama aksi berlangsung, peserta bergerak dengan tertib, tidak menghalangi arus lalu lintas secara berlebihan, dan tetap menjaga sopan santun dalam menyampaikan pesan. Pengamanan dibantu bersama oleh petugas kepolisian dan relawan keamanan aksi.

Aliansi Masyarakat Touna Tolak LGBT menjelaskan bahwa aksi ini lahir dari
Keresahan luas terkait semakin masifnya penyebaran konten, narasi, dan upaya membenarkan gaya hidup yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, kearifan budaya lokal, serta fondasi keluarga yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat Tojo Una‑Una;

Kekhawatiran terhadap generasi muda, di mana pengaruh dari luar yang tidak sesuai kodrat kemanusiaan dikhawatirkan mengikis karakter dan moralitas anak serta remaja;

Konteks kesehatan, sejalan data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah per pertengahan 2026 yang mencatat lebih dari 2.020 kasus HIV/AIDS di provinsi, di mana perilaku berisiko menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai dan ditangani secara komprehensif.

“Kami datang bukan untuk memusuhi individu, melainkan menolak keras upaya membenarkan, mempromosikan, maupun melegalkan praktik LGBT di wilayah kita. Seruan ini terbuka untuk siapa saja yang ingin menjaga identitas Bumi Sivia Patuju tetap berlandaskan norma yang kita junjung bersama,” ujar juru bicara aliansi dari atas kendaraan konvoi.

Poin penting yang ditekankan: Penolakan ini tidak berarti membenarkan diskriminasi, pengucilan, atau kekerasan terhadap siapapun, Fokus utama gerakan adalah menjaga ruang publik, pendidikan, serta kebijakan daerah agar tidak menjadi sarana normalisasi hal yang bertentangan dengan nilai hidup mayoritas warga.

Reporter: Kabiro Touna ( YN. Ladehu )