Hari Jadi ke-349 Cianjur: Infrastruktur sebagai Bukti Kemajuan, Tata Ruang dan Pendidikan Jadi Fondasi Masa Depan

Cianjur- bidikhukumnews.com

12 Juli 2026 – Menginjak usia ke-349 tahun, Kabupaten Cianjur menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Minggu. Acara yang menjadi momen refleksi sejarah sekaligus perencanaan pembangunan ini dihadiri jajaran pimpinan daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten, menandakan komitmen bersama memajukan wilayah yang memiliki kekayaan alam dan budaya lengkap tersebut.

Turut hadir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Perdian, Wakil Bupati Abi Ramzi, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika, serta kepala seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam kesempatan ini, arah pembangunan jangka pendek dan panjang menjadi fokus utama pembahasan dan pesan yang disampaikan.

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremonial, melainkan kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja yang dapat dinikmati warga. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan sarana prasarana menjadi wujud kepedulian paling nyata.

Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah perbaikan akses jalan di kawasan Cikadu, yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan aksesibilitas paling sulit.

“Hadiah terbaik yang kami berikan bukanlah yang bersifat simbolis, melainkan yang dapat dirasakan manfaatnya sehari-hari. Wilayah Cikadu yang dulu sulit dijangkau karena kondisi jalannya, kini sudah dapat dilalui dengan aman dan lancar. Ini adalah hadiah yang paling berharga dan patut disyukuri bersama,” ujar Dedi seusai menghadiri rapat paripurna.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak berhenti sampai di situ. Keberhasilan tersebut harus segera diikuti dengan perencanaan tata ruang yang matang agar pembangunan ke depan tidak tumpang tindih dan tetap menjaga karakter khas daerah.

“Langkah berikutnya yang harus segera dilakukan Pemerintah Kabupaten adalah penyempurnaan penyesuaian tata ruang wilayah. Ini sangat penting agar pertumbuhan daerah tetap terarah, mengingat Cianjur memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki sembarang tempat,” tegasnya.

Menurut Gubernur, Cianjur adalah wilayah yang secara geografis dan sumber daya alam bisa dikatakan “lengkap dan sempurna”. Dari dataran tinggi hingga pesisir, daerah ini memiliki kekayaan yang menjadi dasar pengembangan berbagai sektor.

“Cianjur itu eksotis dan memiliki kelengkapan yang jarang dimiliki daerah lain. Di sini ada pegunungan, ada pantai, ada danau. Punya hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi komoditas unggulan, mulai dari padi, sayuran, hingga tanaman industri. Di samping itu, tersedia kawasan industri dan ragam kuliner khas yang sudah dikenal luas. Tidak semua kabupaten memiliki kombinasi potensi selengkap ini,” jelasnya.

Bagi Dedi, tugas utama pemerintah dan masyarakat saat ini bukan lagi mencari potensi, melainkan mengelola apa yang sudah ada dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa identitas daerah merupakan aset tak berwujud yang harus dijaga dan dipromosikan.

“Cianjur sudah sejak lama dikenal sebagai daerah yang istimewa, bahkan keindahan dan kehangatannya diabadikan dalam lagu legendaris Semalam di Cianjur. Ini adalah modal sejarah dan citra yang sangat berharga. Tugas kita adalah terus mengelola, memperkuat citra, dan membangun merek daerah agar semakin dikenal dan berkembang pesat,” tambahnya.

Di usia yang menginjak lebih dari tiga setengah abad, Dedi Mulyadi menyampaikan tiga pesan strategis yang menjadi syarat utama bagi Cianjur untuk melangkah ke tahap pembangunan yang lebih maju.

Pertama, soal kebersihan lingkungan. Ia menilai aspek ini sering dianggap sepele, padahal menjadi cerminan kesiapan sebuah daerah untuk tumbuh.

“Kebersihan adalah kunci utama pembuka jalan kemajuan. Lingkungan yang bersih, tertata, dan sehat akan mendatangkan kenyamanan bagi warga, menarik kunjungan wisatawan, serta menciptakan lingkungan yang layak untuk berusaha dan beraktivitas. Ini adalah fondasi dasar yang harus dibangun bersama,” pesannya.

Kedua, pemerataan akses pendidikan. Gubernur secara khusus menyoroti kondisi di wilayah selatan Cianjur yang secara geografis lebih terpencil. Ia menegaskan komitmen dukungan antar tingkat pemerintahan.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh terhalang jarak. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak Cianjur untuk bersekolah, terutama mereka yang berada di wilayah selatan yang aksesnya masih terbatas. Jika ada lokasi yang masih jauh dari sekolah negeri, maka Pemerintah Kabupaten cukup menyediakan lahannya, sedangkan proses pembangunannya akan dibantu sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” paparnya.

Ketiga, perbaikan kualitas pelayanan publik. Dedi mengingatkan agar sistem layanan terpadu atau Tripika berjalan optimal untuk mempersingkat birokrasi dan mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi sehari-hari.

HDS/AR