MUI TOJO UNA-UNA BERSIAP GELAR SALAT ISTISQA HADAPI KRISIS IKLIM
TOJO UNA-UNA – bidikhukumnews.com
6 SEPTEMBER 2026 — Menanggapi ancaman kemarau ekstrem dan meluasnya kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang kian mengancam wilayah Sulawesi Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tojo Una-Una bergerak cepat dan menyatakan kesiapan penuh untuk menggelar Salat Istisqa dan Doa Bersama, memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang memberi kesegaran bagi bumi yang kian merana.

Langkah spiritual ini diambil sebagai respons langsung atas Surat Instruksi Resmi MUI Provinsi Sulawesi Tengah Nomor B/25/DP-P/XXIII/IX/2026, tertanggal 1 September 2026. Surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum MUI Sulteng, H.S. Ali Muhammad Aljufri, dan Sekretaris Umum, Sofyan Thaha Bachmid, itu memerintahkan seluruh Pengurus MUI tingkat kabupaten/kota, Organisasi Kemasyarakatan Islam, Takmir Masjid, serta seluruh umat Muslim di Sulteng untuk bersama-sama “mengetuk pintu langit” di tengah krisis iklim yang melanda.
“Kami siap menyelenggarakan Salat Istisqa dan doa bersama,” tegas Sekretaris MUI Tojo Una-Una, Ust. Fadli Nani, S.Pd.I., saat dikonfirmasi awak media, Minggu (6/9/2026).
MUI Tojo Una-Una tidak ingin mengulur waktu. Saat ini pihaknya sedang mematangkan persiapan logistik dan sarana demi memastikan pelaksanaan berjalan lancar dan khidmat.
“Menyangkut pelaksanaan, kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait — dalam hal ini Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Tojo Una-Una. Kami akan menghubungi Sekretaris Daerah terkait fasilitas seperti tempat pelaksanaan, sound system, dan kebutuhan lainnya,” jelas Ust. Fadli Nani.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan dengan para pemangku kebijakan akan digelar secepatnya. “Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan Salat Istisqa ini,” tambahnya dengan penuh harap.
KRISIS IKLIM MENYERTAI KEBUTUHAN BERSAMA
Lonjakan suhu udara yang ekstrem, tanah yang retak, serta ancaman karhutla yang terus membayangi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah menjadi latar belakang mendesaknya seruan ini. Di tengah keterbatasan kemampuan manusia menghadapi perubahan alam, umat Islam diajak bersatu dalam ibadah dan permohonan kepada Sang Pencipta, sekaligus mengingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai amanah Allah SWT.
Seruan ini bukan sekadar doa, melainkan juga panggilan untuk introspeksi diri, memperbaiki perilaku, dan kembali kepada ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang terhadap alam semesta.
“Semoga langkah ini menjadi berkah, dikabulkan-Nya, dan hujan turun membasahi bumi Tojo Una-Una serta seluruh Sulawesi Tengah, membawa kesegaran dan keselamatan bagi seluruh makhluk-Nya.”
Reporter : YN. LADEHU
Wakaperwil Sulteng
