​Kabar Duka: Bumi Mekongga Berduka, Mantan Bupati Kolaka Ir. H. Andi Pangerang Umar Sosok Pemimpin Peletak Dasar Pertanian Kolaka Berpulang di Usia 91 Tahun

KENDARI, SULTRA || bidikhukumnews.com

Kabar duka menyelimuti masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya warga Kabupaten Kolaka. Mantan Bupati Kolaka periode 1987–1993, Ir. H. Andi Pangerang Umar bin Andi Baso Umar Opu Tumenggu, dikabarkan meninggal dunia pada hari Minggu (25/10/2026).

​Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Kota Kendari pada pukul 13.15 WITA dalam usia 91 tahun. Kepergian tokoh senior yang dikenal dekat dengan masyarakat ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh masyarakat Kolaka.

​”Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt., diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Amin,” demikian kutipan doa yang mengiringi kepergian almarhum.

Jejak Kepemimpinan dan Warisan di Sektor Pertanian

Lahir pada tanggal 5 Juli 1935, Ir. H. Andi Pangerang Umar merupakan bupati kelima yang memimpin Kabupaten Kolaka. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin visioner yang memiliki latar belakang kuat di sektor pertanian.

​Berdasarkan catatan sejarah kepemimpinan yang, arah kebijakan pembangunan yang dicanangkan Andi Pangerang Umar sangat berorientasi pada kemajuan wilayah pedesaan.

Di masa kepemimpinannya, Sektor pertanian menjadi fondasi
utama perekonomian daerah.
Beberapa catatan penting dari masa baktinya antara lain:

Pengembangan Komoditas.
Unggulan: Mendorong
masyarakat untuk
membudidayakan komoditas
bernilai ekonomi tinggi seperti
kakao dan lada.

Keseimbangan Pangan: Perluasan
komoditas ekspor tersebut tetap
berjalan seiring dengan upaya
menjaga ketahanan tanaman
pangan daerah.

Pemberdayaan Desa: Kebijakan
yang berfokus pada pemanfaatan
potensi lokal guna mendongkrak
kesejahteraan ekonomi
masyarakat pedesaan di
Kabupaten Kolaka.

Kontribusi dan dedikasi yang diberikan almarhum selama memimpin Bumi Mekongga pada periode 1987 hingga 1993 akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perkembangan wilayah Sulawesi Tenggara.

Reporter: Mulyadi Ansan
(Kaperwil Sultra)