Konflik Morowali Membara: Debu PT ASKON Memicu Bentrok, Alat Berat Dibakar dan Jetty Matarape Lumpuh Total

MOROWALI, SULTENG || bidikhukumnews.com

Ketegangan atas dampak lingkungan di Kabupaten Morowali akhirnya pecah. Aksi blokade jalan hauling PT ASKON oleh Aliansi Masyarakat Desa Matarape berujung kericuhan berdarah pada Jumat (2/10/2026). Amarah warga yang tercekik polusi debu bertahun-tahun meletus menjadi aksi saling serang, perusakan kendaraan, hingga pembakaran alat berat yang melumpuhkan total aktivitas dermaga (jetty) perusahaan.

​Peristiwa ini bermula sekitar pukul 09.00 WITA. Warga yang terkonsolidasi di Desa Matarape bergerak menuju perempatan jalan hauling—urat nadi transportasi bijih mineral menuju kawasan jetty. Berbekal tenda, bambu, kayu, dan spanduk protes, massa menutup total akses jalan sebagai bentuk kebuntuan atas kepungan debu tambang yang merambah hingga ke pemukiman mereka.

Komunikasi Buntu, Tensi Memuncak

Upaya negosiasi pada pukul 10.01 WITA antaramanajemen PT ASKON dan perwakilan warga berjalan alot hingga berujung deadlock. Kendati aparat kepolisian dan pengamanan internal bersiaga, tensi di lapangan justru kian mendidih.

​Situasi memuncak pasca-pukul 12.15 WITA, ketika dua unit kendaraan milik warga diduga menjadi sasaran aksi represif dari pihak perusahaan hingga mengalami kerusakan berat. Meski kepolisian tiba di lokasi untuk meredam potensi bentrok balasan pada pukul 12.45 WITA, amarah massa tak lagi terbendung.

Eskalasi Berdarah dan Pembakaran Alat Berat

​Memasuki pukul 13.15 WITA, benturan fisik tak terhindarkan. Pertikaian bersenjatakan kayu, besi, dan benda tumpul meletus di sekitar perempatan jalan hauling. Hanya dalam hitungan menit, area operasional PT ASKON berubah menjadi medan bentrokan terbuka.

​Eskalasi mencapai puncaknya pukul 13.28 WITA. Di tengah kepulan asap bentrokan, sejumlah alat berat tambang milik perusahaan dilaporkan dirusak massa dan sebagian di antaranya dibakar. Sebaliknya, kendaraan warga turut hancur di lokasi kejadian. Akses operasional menuju jetty pun berhenti total.

Proses Hukum dan Imbauan Menahan Diri

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan sterilisasi area, mengumpulkan bukti-bukti materiil, serta memverifikasi kronologi spesifik terkait penanggung jawab perusakan maupun penganiayaan dari kedua belah pihak.

​Aparat mengimbau agar masyarakat Matarape dan pihak manajemen PT ASKON menahan diri, menghentikan aksi balasan, serta tidak terprovokasi oleh simpang siur informasi. Konflik bernilai ekonomis dan ekologis ini mendesak intervensi pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog substantif—sebelum eskalasi serupa memakan korban jiwa.

​Reporter: Tim Sultra BHN