Merawat Persaudaraan di Tengah Musibah, Flobamorata NTT Hadir untuk Korban Kebakaran Ciptamulya
Di tengah suasana duka yang tengah dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat bencana gempa bumi, semangat kemanusiaan justru ditunjukkan komunitas Flobamorata NTT di tanah Pasundan.
Pada Sabtu (22/8/2026), komunitas Flobamorata NTT mengunjungi warga terdampak kebakaran di Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana dari berbagai pihak sekaligus memberikan dukungan moril kepada para korban.
Kehadiran Flobamorata tidak sekadar membawa bantuan material. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian antarsesama, sekaligus pesan bahwa persaudaraan tidak mengenal batas wilayah, suku, budaya maupun jarak.
Hal yang menarik, aksi kemanusiaan tersebut dilakukan ketika masyarakat NTT sendiri tengah menghadapi musibah. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat untuk berbagi dan membantu sesama.
Ketua Flobamorata, Metu Holbala, mengatakan kepedulian terhadap sesama harus tetap tumbuh meski berada dalam situasi sulit.
“Ketika saudara kami di NTT sedang menghadapi musibah, kami pun ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti, karena penderitaan manusia adalah urusan kita bersama,” ujar Metu kepada awak media.
Pertemuan Flobamorata NTT dengan masyarakat Ciptamulya juga menjadi momentum mempererat hubungan antara masyarakat NTT dan Pasundan. Perbedaan akar budaya, bahasa dan tradisi tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan yang berlandaskan nilai kemanusiaan.
Bagi warga Ciptamulya, bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta menghapus kesedihan akibat musibah. Namun, kehadiran, uluran tangan dan dukungan moril yang diberikan menjadi kekuatan tersendiri bagi para korban agar tidak merasa menghadapi kesulitan seorang diri.
Apresiasi Tokoh Kesepuhan Ciptamulya
Kehadiran Flobamorata NTT mendapat sambutan hangat dari Tokoh Kesepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik, yang didampingi Jaro Iwan.
Abah Hendrik mengapresiasi kehadiran Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT–Pasundan (IPFP) beserta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan. Menurutnya, keberadaan IPFP memiliki makna lebih luas karena dapat menjadi jembatan antarmasyarakat dengan latar belakang budaya berbeda.
“Gerak IPFP terfokus pada adat dan budaya. Karena itu, kunjungan ini bukan sekadar soal bantuan sosial, tetapi memiliki makna yang lebih besar karena dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kami masyarakat Ciptamulya sangat menyambut baik dan mendukung hadirnya IPFP. Kami merasa memiliki saudara baru,” ungkap Abah Hendrik.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin tidak berhenti setelah kegiatan sosial tersebut selesai. Silaturahmi, kata dia, perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan sosial, adat, budaya, keagamaan maupun kemasyarakatan.
“Jangan sampai silaturahmi ini hanya terjadi hari ini. Kami berharap ke depan komunikasi dan kebersamaan ini terus berjalan. Kita bisa membuat kegiatan sosial, budaya, keagamaan maupun kegiatan kemasyarakatan secara bersama-sama. Kami juga membuka ruang kolaborasi antara IPFP dengan Paguyuban Prabu yang berada dalam lingkungan 14 Kesepuhan,” tegasnya.
Menurut Abah Hendrik, perbedaan latar belakang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dibangun dengan rasa saling menghormati dan kepedulian.
“Mudah-mudahan IPFP semakin besar, semakin bermanfaat dan semakin dekat dengan masyarakat. Kami dari Ciptamulya siap membuka pintu silaturahmi dan membangun kolaborasi bersama,” pungkas Abah Hendrik.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa aksi kemanusiaan tidak selalu membutuhkan panggung besar. Di Ciptamulya, tidak ada sekat antara pihak yang memberi dan menerima. Yang hadir adalah sesama manusia yang saling menguatkan di tengah musibah.
Di saat sebagian masyarakat NTT sedang menghadapi bencana gempa bumi, Flobamorata di Sukabumi memilih tetap menyalakan api kepedulian dengan membantu warga Ciptamulya.
Dari Ciptamulya, pesan persaudaraan itu kembali ditegaskan: Flobamorata dan Pasundan adalah saudara. Sebuah persaudaraan yang diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus tumbuh melalui silaturahmi, kepedulian dan kolaborasi untuk kemanusiaan.
RED







