Pondok Modern Assalam Pererat Kolaborasi dengan Polri, Siap Wakili Indonesia di World Muslim Scout Jamboree 2025
Sukabumi – bidikhukumnews.com || Pondok Modern Assalam Sukabumi terus memperkuat perannya dalam membentuk karakter santri yang berintegritas dan cinta Tanah Air. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menjalin kemitraan dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang bertujuan mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang aman, tertib, sekaligus kondusif bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan. (28 juli 2025)
Dalam pertemuan yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025, pimpinan Pondok Modern Assalam Sukabumi, KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar soal keamanan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
> “Santri masa kini harus mampu menjadi agen perubahan. Mereka tak hanya dituntut mendalami ilmu agama, tetapi juga perlu dibekali semangat menjaga keutuhan NKRI dalam menghadapi dinamika global,” ujarnya.
Tak hanya aktif di dalam negeri, Pondok Modern Assalam juga bersiap tampil di panggung internasional. Sebanyak 150 santri dan santriwati akan diberangkatkan sebagai bagian dari kontingen Indonesia dalam World Muslim Scout Jamboree 2025, yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur pada 9–14 September mendatang.
KH. Encep menyebut keikutsertaan ini sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan wajah Islam moderat khas Indonesia di kancah global.
> “Kami berharap santri-santri kami dapat menjadi duta perdamaian yang membawa pesan toleransi dan kebhinekaan. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan nilai luhur Islam Indonesia ke dunia,” tegasnya.
World Muslim Scout Jamboree 2025 akan menjadi perhelatan perdana dalam dunia kepramukaan Islam internasional. Agenda ini juga menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Gontor—lembaga pendidikan yang disebut KH. Encep sebagai salah satu pondasi utama sistem pesantren di tanah air.
Lebih lanjut, KH. Encep menilai bahwa agenda jambore ini sangat sejalan dengan visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan karakter kebangsaan dan diplomasi budaya Indonesia.
> “Pramuka adalah wadah yang netral dan inklusif, mampu menjembatani persaudaraan lintas negara. Melalui kegiatan ini, kami ingin dunia tahu bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi toleransi dan kaya budaya,” katanya.
Pondok Modern Assalam menegaskan komitmennya menjadi pesantren yang adaptif terhadap tantangan zaman. Tak hanya mencetak kader ulama, pesantren ini juga menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global, tanpa meninggalkan jati diri bangsa.
Reporter: SRK






