SATU DATA INDONESIA: KUNCI KUATKAN DASAR PEMBANGUNAN — WORKSHOP DI BAPPEDA LITBANG KABUPATEN BUOL DIBUKA RESMI

 

BUOL-  bidikhukumnews.com

7 OKTOBER 2026 — Pemerintah Kabupaten Buol melalui Bappeda Litbang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buol menggelar Workshop Penguatan Prinsip Satu Data Indonesia (SDI) dan Kualitas Data Statistik Sektoral Kabupaten Buol Tahun 2026, di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kabupaten Buol, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.36 hingga 10.45 WITA dan berjalan tertib serta kondusif.

⭐ Dihadiri Pimpinan Strategis

Workshop ini dihadiri oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj Daimaroto, S.H., M.H., Kepala BPS Kabupaten Buol, Edwin Jurnalis, S.Sos., serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Buol. Turut hadir Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Buol, Dra. Ikhlasiani, M.AP., Kadis PUPR Darsyat, S.T., Plt. Kepala Bappeda Litbang sekaligus Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Yudi Said, S.E., jajaran pimpinan OPD lainnya, serta insan pers.

🎯 Pentingnya Data yang Akurat

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj Daimaroto, S.H., M.H., mengapresiasi inisiatif BPS Kabupaten Buol menyelenggarakan kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa data memiliki peran sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan — mulai dari penetapan prioritas kebijakan, pengalokasian anggaran, hingga evaluasi kinerja pemerintah.

“Penerapan Satu Data Indonesia diarahkan untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi.” — Dr. Moh. Nasir Dj Daimaroto, S.H., M.H.

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD sebagai produsen data untuk menjaga kualitas statistik — relevan, akurat, tepat waktu, koheren, dan mudah dipahami. Pemeriksaan kelengkapan data, pencilan, duplikasi, hingga hasil integrasi wajib dilakukan guna menjaga validitas informasi. Keberhasilan Satu Data Indonesia, kata beliau, bergantung pada komitmen, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Workshop ini diharapkan tidak sekadar menambah pemahaman, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui perbaikan tata kelola data di masing-masing instansi.

📊 Sensus Ekonomi 2026 & Data Strategis

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Buol Edwin Jurnalis, S.Sos., menyampaikan bahwa progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Buol telah mencapai 82,68%, ditargetkan tuntas 100% pada 15 Oktober 2026. Dukungan seluruh OPD sangat diharapkan agar pendataan dari rumah ke rumah dapat berjalan optimal.

Beberapa poin penting yang disampaikan:

– ✅ Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buol terus membaik dan berada di atas capaian sebelumnya yang berkisar 3%. Perbaikan infrastruktur jalan dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama. Ke depan, sektor investasi perlu didorong lebih kuat.
​
– ✅ Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi dasar penyaluran bansos sesuai Inpres No. 4 Tahun 2025. Masyarakat yang keberatan dapat mengajukan sanggahan melalui Dinas Sosial, Pemerintah Desa/Kelurahan, atau aplikasi Cek Bansos.
​
– ✅ Masih ditemukan ketidaksesuaian data dengan kondisi lapangan, sehingga pemutakhiran berkala mutlak diperlukan.
​
– ✅ BPS memantau 30 komoditas utama terkait inflasi. Ke depan, Kabupaten Buol akan siap melakukan penghitungan inflasi mandiri dengan memperluas pemantauan hingga 300 komoditas.
​
– ✅ BPS juga membuka kesempatan bagi pelajar SMA untuk melanjutkan pendidikan ke Politeknik Statistika STIS dengan pendampingan seleksi.

✅ Penutup

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi penyampaian materi workshop, usai seluruh rangkaian acara selesai pada pukul 10.45 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.