Ibadah Tutup Tahun di GKP Bekasi Berlangsung Khidmat, Ditutup dengan Sakramen Perjamuan Kudus
Ibadah Tutup Tahun yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bekasi berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Rangkaian ibadah ditutup dengan pelaksanaan Sakramen Perjamuan Kudus sebagai bentuk refleksi iman jemaat dalam menyongsong tahun yang baru, 31 Desember 2025.
Malam pergantian tahun kerap identik dengan berbagai aktivitas hiburan seperti pesta, bakar-bakar, tiupan terompet, hingga pesta kembang api di pusat-pusat keramaian. Namun, berbeda halnya bagi umat Kristen yang menjadikan malam tutup tahun sebagai momentum perenungan melalui ibadah di gereja masing-masing.
Seperti yang dilakukan oleh jemaat Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bekasi yang berlokasi di Jalan Insinyur Haji Juanda No. 166B, Margahayu, Bekasi Timur, tepat di samping pintu keluar Terminal Bekasi. Pada Selasa malam, 31 Desember 2025, GKP Bekasi menggelar Ibadah Tutup Tahun yang dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada pukul 16.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Suasana ibadah diawali dengan bunyi lonceng gereja serta sambutan hangat dari Penatua dan Majelis Gereja sebagai tanda dimulainya rangkaian ibadah. Jemaat tampak memadati kursi-kursi yang telah disediakan panitia. Tradisi ibadah malam tahun baru ini setiap tahunnya selalu dihadiri banyak jemaat, termasuk para perantau dari berbagai daerah yang turut merayakan tutup tahun melalui ibadah.
Ibadah Tutup Tahun sesi pertama dan kedua dipimpin oleh Pdt. Dewi Agustina, S.Si., dengan mengusung tema “Mesin Waktu”. Dalam khotbah singkat yang diambil dari Kitab Pengkhotbah 3:1–15 dengan tema “Segala Sesuatu Ada Waktunya”, Pendeta Dewi menyampaikan pesan bahwa kehidupan manusia merupakan sebuah proses yang berjalan dalam waktu Tuhan—ada masa menanam dan ada masa menuai.
Pada bagian akhir ibadah, GKP Bekasi melaksanakan Sakramen Perjamuan Kudus. Sakramen ini merupakan momen sakral bagi umat Kristen untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, di mana roti melambangkan tubuh Kristus dan anggur melambangkan darah-Nya.
Bagi umat Kristen, malam tahun baru menjadi waktu refleksi atas perjalanan hidup selama 365 hari yang telah dilalui—dengan berbagai suka dan duka yang menyertainya. Harapan akan kebahagiaan, baik dalam kehidupan keluarga maupun kesejahteraan hidup, menjadi doa yang dipanjatkan bersama.
Menjelang berakhirnya tahun 2025, jemaat diajak untuk menyongsong Tahun Baru 2026 dengan penuh sukacita, harapan, dan doa.
Selamat menyambut Tahun Baru 2026. Tuhan memberkati.
Reporter: Ronald Pasaribu
Editor: SR







