Harga Pangan Berfluktuasi, Pedagang Kuliner di Pasar Muka Cianjur Keluhkan Penurunan Omzet

CIANJURbidikhukumnews.com

Fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Muka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai berdampak terhadap pelaku usaha kuliner.

Kenaikan harga beberapa bahan pokok membuat sebagian masyarakat mengalihkan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga daya beli terhadap makanan siap saji mengalami penurunan.

Pedagang martabak di Pasar Muka Cianjur, Sumiati, (60) mengaku omzet penjualannya menurun dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurut dia, konsumen kini lebih memilih membeli beras, telur, dan sayuran dibandingkan membeli makanan jadi.

“Kalau dulu saat harga-harga masih lebih murah, pembeli ramai. Sekarang masyarakat lebih memilih membeli kebutuhan pokok untuk dimasak di rumah daripada membeli makanan di luar,” katanya.

Ia mengatakan perubahan pola konsumsi tersebut berdampak langsung terhadap volume produksi martabaknya. Jika sebelumnya mampu menghabiskan sekitar delapan kilogram tepung terigu setiap hari, kini hanya sekitar enam kilogram, bahkan terkadang kurang dari jumlah tersebut.

“Pendapatan jelas menurun. Mudah-mudahan harga kebutuhan pokok kembali stabil sehingga masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik,” katanya. Sumiati berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga bahan pangan, terutama telur dan daging ayam, agar pelaku usaha mikro dapat kembali memperoleh pelanggan seperti sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Muka Cianjur, Asep Hermawan, mengatakan hasil pemantauan harga menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan.

Ia menyebut harga cabai merah tanjung naik dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram akibat pengaruh cuaca. Sebaliknya, harga cabai merah turun dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, cabai keriting turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, sedangkan telur ayam turun tipis dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kilogram.

“Kenaikan harga cabai merah tanjung dipengaruhi faktor cuaca, namun untuk stok kebutuhan pokok di Pasar Muka hingga saat ini masih aman,” katanya.

Selain cabai, harga daging ayam broiler juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp34.000 hingga Rp37.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Meski sejumlah komoditas mengalami perubahan harga, aktivitas perdagangan di Pasar Muka masih berlangsung normal. Menurut Asep, masyarakat tetap datang berbelanja karena komoditas yang dijual merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Pembeli masih relatif stabil karena kebutuhan pokok tetap menjadi prioritas masyarakat. Untuk komoditas sayur-mayur juga belum ada perubahan harga yang signifikan,” katanya.

Pengamat perdagangan menilai fluktuasi harga pangan tidak hanya memengaruhi konsumen, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha makanan siap saji yang bergantung pada pengeluaran masyarakat di luar kebutuhan pokok.

Ketika harga pangan meningkat, rumah tangga cenderung mengurangi konsumsi nonprimer untuk menjaga keseimbangan anggaran keluarga.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro di pasar tradisional. Meski demikian, para pedagang berharap stabilitas harga dan pasokan pangan dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat dan aktivitas perdagangan di pasar maupun usaha kuliner kembali bergairah.

Reporter: HDS

IZIN DULU YAH!!!!!!