Anggaran terbatas Proyek 199 juta disindir pakai materai bekas


Cianjur- bidikhukumnews.com –

Jembatan penghubung antara Desa Ciandam dan Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, yang sebelumnya nyaris roboh kini tengah menjalani proses perbaikan. Pekerjaan yang menelan anggaran sebesar Rp199 juta itu telah mencapai kemajuan sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada 26 September 2026.

Di tengah pelaksanaan pekerjaan, sempat beredar kabar bahwa perbaikan jembatan tersebut diduga menggunakan material bekas. Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli K3, Sulaiman, memberikan penjelasan tegas saat ditemui awak media di lokasi proyek, Minggu (9/8/2026).

“Semua material yang kami gunakan baru. Untuk struktur pondasi, kami menggunakan batu alam yang berkualitas. Bagian-bagian lainnya juga seluruhnya material baru,” tegas Sulaiman

Ia juga menjelaskan bahwa nilai anggaran yang relatif terbatas dan perubahan kondisi di lapangan yang dinamis mungkin memicu dugaan tersebut. Meski demikian, pihaknya menjamin seluruh spesifikasi dan standar kualitas telah dipenuhi.

“Total anggaran memang relatif terbatas, hanya Rp199 juta. Dinamika di lapangan memang bisa terjadi dan mungkin memunculkan penafsiran demikian. Namun yang pasti, kami menggunakan material baru. Saya juga telah menginstruksikan kepada mandor lapangan agar menjaga sepenuhnya prinsip keterbukaan dan transparansi publik di era digital ini,” ujarnya.

Sulaiman juga menegaskan telah memerintahkan penerapan standar keselamatan kerja secara ketat di lokasi proyek. Seluruh pekerja wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm keselamatan. Papan peringatan, rambu pengamanan, dan pembatas jalur juga telah dipasang di kedua arah guna menjaga keselamatan pengguna jalan maupun warga yang melintas.

Sementara itu, Mandor Pelaksana, Acu, menjelaskan rincian teknis pekerjaan. Jembatan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 6 meter dengan lebar 6 meter. Masa pelaksanaan ditetapkan selama 90 hari kerja.

“Jembatan ini panjangnya sekitar 6 meter, lebar 5 meter. Pengerjaan direncanakan selama 90 hari kerja dan ditargetkan selesai pada 26 September 2026,” ungkap Acu.

Ia juga menyampaikan bahwa proyek ini turut melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar. “Kami mempekerjakan 8 orang, dan 4 di antaranya adalah warga setempat,” tambahnya.

Perbaikan jembatan ini sangat dinantikan warga mengingat fungsinya yang menghubungkan dua desa sekaligus menunjang kelancaran aktivitas warga sehari-hari. Masyarakat berharap pembangunan berjalan sesuai standar kualitas dan tepat waktu agar jembatan dapat digunakan kembali dengan aman dan nyaman. HDs

IZIN DULU YAH!!!!!!