Api Melalap Rumah Ibadah, Gereja Nehemia
CIANJUR, —bidikhukumnews.com
Kobaran api melahap Gereja Nehemia di Jalan Muhammad Ali, Kelurahan Solokpandan, tepat saat jemaat mulai berdatangan untuk ibadah sore pukul 17.00 WIB. Minggu 23/8/26 Percikan api muncul saat petugas menyalakan pendingin ruangan (AC) di lantai dua, lalu dengan cepat merambat hingga melalap lantai dua dan tiga yang menjadi pusat kegiatan ibadah jemaat.
Sebanyak 12 unit kendaraan pemadam delapan dari Damkar Cianjur, satu dari Kodim, serta dua unit water cannon Polres Cianjur diterjunkan menembus kemacetan kawasan padat. Unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, dan relawan bekerja sama hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB. Proses berlanjut hingga pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
“Hari ini Allah SWT memberikan ujian kepada Cianjur berupa kebakaran di rumah Tuhan. Dugaan sementara muncul saat AC dinyalakan, namun penyebab pasti akan diteliti Puslabfor apakah murni korsleting atau ada unsur lain,” ujar Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi di lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun beberapa petugas mengalami sesak napas akibat asap namun tetap bertahan. Dua lantai bangunan rusak berat; nilai kerugian masih dalam pendataan. Area disterilkan dengan garis polisi untuk menjaga TKP dan keselamatan warga.
Yang paling menyentuh justru di luar kobaran api tanpa memandang latar belakang, warga, jemaat, relawan, dan aparat bahu-membahu mengatur lalu lintas, menyediakan air minum, hingga mendoakan bersama.
“Di tengah musibah, tidak ada yang saling tuduh. Semua bergandengan tangan. Ini membuktikan bahwa di Cianjur, kita semua adalah satu keluarga tanpa sekat,” tambah Kapolres.
Hingga berita diterbitkan, penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Pihak gereja akan melakukan asesmen struktural sebelum menentukan kapan ibadah dapat kembali dilaksanakan.
HDS







