“Dialog Warga dan Pihak Proyek Tol Bocimi Usai Insiden Truk Terguling di Nagrak Capai Titik Damai”

Sukabumibidikhukumnews.com

Pasca insiden tergulingnya truk bermuatan tanah dari proyek Tol Bocimi di ruas Jalan Alternatif Nagrak, tepatnya di sekitar Kampung Gedung Bengkok, dekat area Dinas Sosial Panti Jompo, pada minggu (26/10/25) siang, situasi di lokasi sempat memanas. Warga sekitar, para pengemudi ojek pangkalan, serta sopir angkot jalur Cibadak–Nagrak menyampaikan protes dan keluhannya di lokasi kejadian.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut bukan hanya menyebabkan kemacetan, namun juga mengganggu aktivitas ekonomi warga sekitar, terutama para pengemudi angkot dan ojek pangkalan yang menggantungkan penghasilan harian dari arus lalu lintas di jalur tersebut. Para warga menilai, aktivitas truk proyek dengan muatan berat dari arah proyek Tol Bocimi sering menimbulkan ketidaknyamanan, debu tebal, dan bahkan potensi bahaya bagi pengguna jalan lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari aksi protes tersebut, dilakukan dialog terbuka antara pihak warga, perwakilan sopir angkot dan ojek pangkalan, dengan pihak perusahaan pengangkut tanah yang berada di bawah naungan PT RPI, vendor dari PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek Tol Bocimi.

Dialog tersebut berlangsung di Kantor Pos Elang, Jalan Pamuruyan, tepat di seberang pertigaan Jalan Alternatif Cikidang, dengan didampingi aparat kepolisian setempat yang bertugas menjaga ketertiban jalannya diskusi.

Meskipun pada awalnya suasana sempat tegang akibat perbedaan pandangan antara kedua pihak, namun melalui proses komunikasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian, akhirnya tercapai kesepakatan bersama. Pihak PT RPI dan PT Waskita menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta menyetujui pemberian kompensasi kepada para sopir angkot, ojek pangkalan, dan sebagian warga sekitar yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.

Selain itu, dalam forum tersebut juga disampaikan sejumlah aspirasi warga agar aktivitas pengangkutan material proyek Tol Bocimi, khususnya yang menggunakan truk bermuatan berat, dapat dilakukan pada malam hari guna mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat pada siang hari. Pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan waktu operasional armada pengangkut tanah, serta berkomitmen untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga di sekitar jalur lintasan proyek.

Dialog yang dihadiri oleh perwakilan PT Waskita Karya, PT RPI, aparat kepolisian Pos Elang, serta perwakilan warga, sopir angkot, dan ojek pangkalan tersebut berjalan dengan kondusif hingga akhir. Kesepakatan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi solusi agar kejadian serupa tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.

Dengan tercapainya kesepahaman antara kedua belah pihak, suasana di lapangan kini berangsur kondusif, dan aktivitas masyarakat di kawasan Nagrak serta jalur Cibadak–Nagrak mulai kembali normal.

Reporter : Latief