Kepala Desa Karangtengah Agung Pratama Putra, S.I.P. Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Posyandu Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

SUKABUMIbidikhukumnews.com

Pemerintah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menerima pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Universitas Bakti Pertiwi Indonesia (UBPI) Jakarta yang mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Sehat Melalui Pemberian ASI Eksklusif”. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Karangtengah, Kampung Selamanjah RT 001/RW 011, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Desa Karangtengah serta para kader Posyandu dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, S.I.P., mengatakan bahwa kegiatan PKL tersebut memiliki manfaat besar karena diawali dengan pengumpulan data kesehatan masyarakat sebagai dasar penyusunan program yang tepat sasaran.

“Kegiatan ini berkolaborasi dengan lembaga desa, khususnya kader-kader Posyandu. Data mengenai jumlah ibu menyusui, jumlah balita, serta kondisi kesehatan masyarakat menjadi dasar untuk menentukan langkah dan program yang akan dilaksanakan. Dengan adanya data yang akurat, pelayanan kesehatan di Desa Karangtengah diharapkan semakin meningkat,” ujar Agung usai kegiatan.

Menurutnya, persoalan kesehatan ibu dan anak masih menjadi perhatian serius di Desa Karangtengah. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah tingginya angka stunting yang memerlukan intervensi secara berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan bidan desa.

“Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bagi Desa Karangtengah. Bidan desa tidak hanya menangani proses persalinan, tetapi juga terus melakukan monitoring terhadap anak-anak yang mengalami stunting agar penanganannya dapat dilakukan secara optimal,” jelasnya.

Agung juga mengapresiasi tema yang diangkat mahasiswa UBPI karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, yakni pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai langkah awal membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak ibu yang belum dapat memberikan ASI eksklusif secara maksimal, terutama karena sebagian besar bekerja di sektor industri atau pabrik. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

“Mahasiswa memberikan edukasi bagaimana hak-hak dasar anak harus dipenuhi melalui pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pemberian ASI berpotensi meningkatkan risiko stunting serta berdampak pada tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Karena itu kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita, agar memaksimalkan pemberian ASI eksklusif minimal selama enam bulan dan dilanjutkan hingga usia dua tahun sesuai anjuran kesehatan,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Agung menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Bakti Pertiwi Indonesia (UBPI) Jakarta yang telah memilih Desa Karangtengah sebagai lokasi pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan. Ia berharap sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus terjalin guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mempercepat penurunan angka stunting di Desa Karangtengah.

Reporter: SR