Melawan Kolonialisme Era Digital Bersama Malahayati

Sukabumi – bidikhukumnews.com || PT.MALAHAYATI NUSANTARA RAYA telah mengadakan New Member Training (NMT) MALAHAYATI Cabang Sukabumi. Dengan tema “Melawan Kolonialisme era Digital Bersama Malahayati” ,Pada hari Minggu, Tepatnya di FRESH HOTEL, Jl.Bhayangkara No.127, Sukabumi, (16/02/2025).

Sayuti Mahmud, selaku kepala operasional cabang (kacab) Malahayati. Saat di wawancarai oleh awak media Menjelaskan,” Untuk acara kali ini kita adalah training, (NMT), New Member Training.
Dengan tujuannya itu untuk mencerdasnya sesama karena di era digital zaman sekarang itu sudah banyak korban-korban dari yang namanya kejahatan pinjaman online.
Dengan tujuan Malahayati ini kita untuk mencerdaskan sesama, supaya tidak ada lagi korban-korban dari kejahatan pinjaman online
Dengan tujuannya itu kita selalu menterdapankan edukasi dan transparasinya,”jelasnya.

Dan untuk PT Malahayati Nusantara Raya ini kita terbentuknya itu di tahun 2023.
Sampai sekarang, dan
Untuk kantor pusat kita ada di Jakarta Selatan, di Mampang, Perapatan tepatnya.
Adapun untuk yang hadir peserta hari ini yang kemungkinannya itu kurang lebih ada seratusan orang,
dari kecamatan, khususnya ada yang dari kota Sukabumi, ada yang kabupaten Sukabumi.

“Untuk wakil SIO kita itu ada dua yang pertama itu wakil CEO Harry Iskandar
Wakil CEO yang kedua Arief Rohman.
Untuk wakil CEO pertama itu mengawasi untuk wilayah Jabodetabek dan Serang.
Malahayati ini kita sudah mempunyai 9 kantor cabang
1 kantor pusat dan 8 kantor cabang
Dan tentunya itu sudah tersebar luas di beberapa kota-kota besar.
Untuk kantor pusatnya kita ada di Jakarta Selatan, tepatnya di Mampang, Perapatan,”tegasnya.

Harapannya,” tentang kegiatan hari ini khususnya untuk Sukabumi. masyarakat-masyarakat Sukabumi
Jangan pernah lagi kalian bermain pinjaman online.
Karena bahaya dari pengaruh buruk dari yang namanya pinjaman online (pinjol)
Judi online (judol) atau investasi buruk.
himbawan, untuk masyarakat-masyarakat di luar sana, jangan sampai lagi kalian bermain pinjol ataupun pay letter-pay letter segala, khususnya untuk anak-anak muda yang sekarang dengan metode belanja dulu, bayar nanti.

untuk di Malahayati konsultan ini kita alhamdulillah ya diterima untuk banyak masyarakat juga. Justru kalau di Malahayati itu kita membuka lebar-lebar
Untuk siapapun yang mau mengundang Malahayati dimanapun berada kita siap,
Mau di Kepala Desa, mau di RT, RW
bahkan kalau bapak ataupun rekan-rekan semuanya punya relasi kemana aja kita siap
Dan itu kita secara gratis/Free.
kita juga sering mengadakan sosialisasi seperti ke tingkat RT, RW, Kepala Desa, Lurah.
dan untuk sosialisasi itu kita tergantung permintaan.
Karena ini insya Allah untuk mendobrak supaya masyarakat itu lebih ngerti terhadap (pinjol) sama (judol),”pungkasnya.

Reporter : Staf redaksi

bidikhukumnews.com