Oknum Sekretaris DPD Nasdem Mitra Diduga Aktif Kelola PETI di Ratatotok, Bantah Publik dan Ciptakan “Perang Media”

Ratatotok, Sulawesi Utarabidikhukumnews.com

Nama Deker Mamusung, DK atau yang akrab disapa Pak De, Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulut, kini ramai menjadi sorotan media. Ia diduga terlibat aktif dalam kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Ratatotok, Mitra, dan Desa Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Meski telah membantah keterlibatannya melalui beberapa media, investigasi tim pers dan LSM di lapangan mengarah pada temuan yang bertolak belakang dengan klaimnya.

Berdasarkan penelusuran tim investigasi di Ratatotok, banyak sumber mengonfirmasi keterlibatan DK di sejumlah lokasi PETI. Salah satu titik yang diungkap adalah di kawasan Pasolo. Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Benar, lokasi PETI milik pak De tidak berapa jauh jaraknya, dibawah sedikit dari Lokasi PT Hakian Wellem Rumansi (HWR).”

Informasi serupa diperkuat oleh seorang oknum lain yang berpapasan di jalur menuju lokasi tambang Pasolo. Dengan dialek lokal, ia mengaku sebagai operator alat berat berpengalaman di beberapa PETI dan menyebutkan, “Pak Dee pe lokasi ada 4 alat berat, ekskavator dan breaker, itu so dari bulan desember bakerja (bekerja).”

Lebih lanjut, sumber lain yang dianggap akurat menambahkan bahwa DK diduga menguasai tidak hanya satu, melainkan empat lokasi berbeda: satu di Pasolo, satu di Rotan, dan dua di Alason, itu belum termasuk yang lokasi Kebun Raya (RK) yang saat ini semua lokasi sedang di stop dulu. Sumber ini juga menyayangkan sikap DK yang dinilai “kurang gentlemen, menghindar, dan malah makin bikin ribut.”

Fakta bahwa oknum yang diduga sebagai salah satu aktor PETI ini justru membantah dan terlihat gencar membangun narasi di media, menuai keprihatinan dan kecaman berbagai kalangan. Aktivis dan tokoh masyarakat menilai hal ini sangat buruk, tidak hanya menimbulkan kegaduhan dan potensi perpecahan, tetapi juga “memperalat media sebagai korban kepentingan mafia tambang,” menciptakan apa yang disebut sebagai ” _perang media_ “.

Dugaan kuat ini pun mengarah pada tekanan kepada aparat penegak hukum. Banyak kalangan mendesak agar kebenaran kasus ini diungkap secara transparan kepada publik dan ditindaklanjuti secara serius oleh _Kapolda Sulut, Irjen Pol. Roycke Harry Langie._ Opini publik yang mulai liar dan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri di bawah pimpinan _Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si_ ., menjadi tantangan tersendiri. Marwah Polri dipertaruhkan dalam mengusut tuntas kasus yang melibatkan oknum partai politik ini hingga ke akar-akarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Polda Sulut terkait perkembangan investigasi kasus ini. Publik menanti langkah nyata dan keseriusan aparat dalam menertibkan PETI dan menindak semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.

Reporter: Jun – TIM Investigasi