PESERTA DIDIK SD DI BAWAH NAUNGAN KORWILSATDIK KECAMATAN CIPANAS PADA JULI 2023 AKAN IKUT SERTA PADA SEJUMLAH LOMBA TINGKAT PROVINSI JABAR SEBAGI DUTA KABUPATEN CIANJUR

Bidikhukumnews, co,Cianjur
Koordinator Wilayah Satuan Pendidikan (Korwilsatdik) kecamatan Cipanas, Dadan Sudana merasa bersyukur peserta didik kelas VI di wilayah naungan Korwilsatdik kecamatan Cipanas lulus 100%. Selain itu, diantaranya banyak yang menoreh prestasi dalam bidang lomba hingga dapat mewakili ke tingkat kabupaten Cianjur, bahkan ada ke tingkat provinsi Jawa Barat.

Adapun yang diunggulkan oleh peserta didik berprestasi dan berbakat di tahun 2023 ini, kata Dadan, antara lain dalam lomba Qasidah dan lomba Kriya dari SD Lokasari, lomba MHQ dari SD IT Maqiyah, lomba pidato PAI dari SD Cipanas 1, dan lomba Carita pondok (Carpon) putra-putri dari SD Binakarya dan SD Girimukti.

“Lomba yang ditoreh mereka akan diikutsertakan pada lomba tingkat kabupaten Cianjur sekaligus duta dari SD di kecamatan Cipanas untuk menuju lomba di tingkat provinsi Jabar pada bulan Juli 2023 mendatang ,” ujar Dadan Sudana seusai memantau kegiatan pelepasan peserta didik kelas VI tahun pelajaran 2022-2023 di SD Cimacan 1, Senin (19/6/2023)

Sementara itu, Korwilsatdik kecamatan Cipanas disetiap acara pelepasan kelulusan peserta didik kelas VI SD, selalu mengingatkan dan meminta kerjasamanya kepada orangtua murid, agar merubah data status di Kartu Keluarga (KK) untuk segera disesuaikan.

Misalnya, semula di data KK anak berstatus pendidikannya SD setelah lulus perlu di rubah menjadi tingkat SMP.

Menurut Dadan, data-data jika tidak dirubah di dalam KK, data tersebut tentunya tidak diketahui dan belum dirubah oleh Disdukcapil. Maka bisa berpengaruh terhadap peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Cianjur pada sektor pendidikan

Disisi lain, kata Dadan perlunya
bantuan perhatian anak dari orangtua di lingkungannya masing-masing, termasuk saat berangkat dan pulang sekolah karena perhatian guru pada anak didik saat waktu belajar di sekolah, diluar itu merupakan tanggungjawab orangtua.

“Terakhir ia menganjurkan kepada lulusan SD yang mau masuk ke pesantren perlu dilihat pondok pesantrennya, apa menerapkan kurikulum terpadu atau tidak?”. Pungkasnya (YAN/HDS)