RSUD Sekarwangi Resmi Hadirkan Layanan Cathlab, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan Penyakit Jantung
Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan fasilitas medis dan pengembangan layanan spesialis. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kehadiran fasilitas Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran fasilitas Cathlab diharapkan menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit menangani pasien penyakit jantung dan pembuluh darah, khususnya yang membutuhkan tindakan medis intervensi. Dengan tersedianya layanan tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk memperoleh penanganan tertentu.
Kegiatan tersebut berlangsung di RSUD Sekarwangi, Jalan Siliwangi No. 49, Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., didampingi Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. Turut hadir Direktur RSUD Sekarwangi dr. Asep Suherman, M.Kes., Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, S.H., M.M., serta jajaran perangkat daerah dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas Cathlab merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit jantung secara cepat dan profesional.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pasien dengan gangguan jantung tertentu masih menghadapi kendala jarak dan waktu karena harus mendapatkan pelayanan lanjutan di rumah sakit luar daerah, seperti Bandung maupun Jakarta. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan pasien, tetapi juga menambah beban keluarga, baik dari sisi perjalanan maupun pembiayaan.
“Setiap kali ada masyarakat Kabupaten Sukabumi terkena serangan jantung, keluarga panik karena pasien harus dirujuk ke Bandung, Jakarta, atau kabupaten lain dengan perjalanan yang jauh dan biaya yang cukup besar. Hari ini beban itu mulai kita atasi,” ungkap Asep Japar.
Menurutnya, pengadaan fasilitas Cathlab tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Atas terealisasinya fasilitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Sekarwangi.
Bupati menegaskan, keberadaan Cathlab bukan hanya sebatas penambahan perangkat teknologi kedokteran, melainkan investasi pelayanan publik yang memiliki dampak besar terhadap upaya penyelamatan nyawa dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan layanan, RSUD Sekarwangi telah menyiapkan enam pasien untuk mendapatkan tindakan Cathlab. Dari jumlah tersebut, empat pasien dijadwalkan menjalani tindakan pada hari pelaksanaan dengan pendampingan dokter dari rumah sakit pengampu.
“Kami tidak akan menyia-nyiakan amanah ini. Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mendukung operasional Cathlab, baik dari sisi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemeliharaan alat, maupun pengembangan layanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asep Japar menekankan bahwa keberlanjutan layanan Cathlab harus diiringi kesiapan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan keahlian sesuai standar pelayanan medis.
Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya melalui pendidikan serta pelatihan lanjutan dengan pendampingan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian RSUD Sekarwangi dalam memberikan pelayanan intervensi jantung, sekaligus memastikan setiap tindakan medis dilaksanakan dengan mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Selain penguatan sumber daya manusia, Bupati juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa fasilitas medis berteknologi tinggi harus dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan dan warga kurang mampu.
“Kami tidak akan berhenti di enam pasien ini. Kami akan terus mengirimkan dokter dan perawat untuk pelatihan lanjutan sampai rumah sakit benar-benar bisa mandiri. Layanan ini harus bisa diakses seluruh masyarakat, termasuk peserta BPJS dan masyarakat tidak mampu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan jajaran direksi RSUD Sekarwangi beserta seluruh tenaga medis agar senantiasa mengedepankan keselamatan pasien, menjalankan setiap tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta menjaga koordinasi dengan rumah sakit pengampu.
“Keselamatan pasien adalah nomor satu. Bekerjalah sesuai SOP, selalu berkonsultasi dengan rumah sakit pengampu, dan jaga alat ini karena merupakan amanah rakyat,” pungkasnya.
Hadirnya fasilitas Cathlab di RSUD Sekarwangi menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan rujukan di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Dengan dukungan fasilitas medis modern, tenaga kesehatan profesional, serta kolaborasi berkelanjutan dengan rumah sakit pengampu, RSUD Sekarwangi diharapkan semakin mampu menjadi pusat pelayanan kesehatan rujukan yang andal bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan wilayah sekitarnya.
Reporter: SR

