Semarak Tahun Baru Islam, HARDHOLIEND COMMUNNITY SINCE (HCS) Gelar Baksos KHITAN GRATIS TOTOKSINERGI BEKAM GRATIS Kesehatan dan Santunan Yatim piatu di Warudoyong Sukabumi
Sukabumi – bidikhukumnews.com || Suasana penuh kebersamaan dan kepedulian tampak di lingkungan Benteng Tengah, RT 10 RW 02, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Jumat (27/06/2025). HARDHOLIEND COMMUNNITY SINCE (HCS). kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk peringatan tahun baru islam 1 muharam 1447 H., sekaligus menyantuni puluhan anak yatim dan piatu dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah.
Kegiatan sosial ini tidak hanya menjadi ajang pengobatan alternatif gratis, tetapi juga sarana edukasi keagamaan dan sosial bagi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 anak yatim-piatu menerima santunan sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian dari komunitas yang telah berdiri sejak awal tahun 2005 ini.
Ratusan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Mereka antusias mengikuti layanan terapi totoksinergi dan bekam sunnah yang diberikan secara cuma-cuma. Metode pengobatan ini dikenal sebagai alternatif yang menggabungkan teknik pijat titik energi dan bekam yang diyakini mampu meningkatkan kesehatan tubuh secara alami.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, HCS juga menyampaikan edukasi penting kepada masyarakat tentang bahaya laten riba, narkoba, penyimpangan seksual (LGBT), dan pentingnya menegakkan shalat lima waktu. Pesan-pesan moral dan spiritual ini disampaikan secara lugas namun menyentuh, sebagai bentuk dakwah sosial yang menjadi bagian integral dari visi HCS.
Ketua HARDHOLIEND COMMUNNITY SINCE 2005 (HCS), yang akrab disapa Rio Rusdianto (Bang Kempez) HCS, dan penasehat ROYAN ARIES
mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin komunitas yang digelar setiap hari Jumat atau dua bulan sekali, berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
> “Alhamdulillah, kami bersyukur bisa terus konsisten menjalankan kegiatan ini. Tujuan kami sederhana: ingin menebar manfaat, membantu masyarakat dari sisi kesehatan melalui terapi pengobatan sunnah, dan juga menyampaikan pesan moral keagamaan sebagai pengingat untuk kita semua,” ujar Bang Krmpez saat ditemui di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan, HCS berdiri dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Meski baru terbentuk di tahun 2005, komunitas ini menunjukkan eksistensinya lewat program-program nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat setempat, salah satunya Ketua RW 02, Bapak Pudin. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kehadiran HCS di wilayahnya.
> “Kami dari warga RW 02 sangat berterima kasih atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi bisa membantu warga yang kurang mampu. Semoga HCS bisa terus hadir di tempat-tempat lain dengan semangat yang sama,” ujar Bapak Pudin.
Kehadiran HCS dan kolaborasi bersama warga menjadi bukti nyata bahwa kerja sosial dan dakwah bisa berjalan berdampingan. Kegiatan ini bukan hanya soal terapi atau santunan, tapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk hidup lebih sehat, religius, dan jauh dari pengaruh negatif yang merusak generasi bangsa.
Reporter: SR










