Tragis! Terpeleset ke Drainase Usai Hujan Deras, Bocah 9 Tahun di Pomalaa Ditemukan Meninggal Dunia

Kolaka, Sulawesi Tenggarabidikhukumnews.com

Isak tangis pecah di Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa, Selasa sore (12/5/2026). Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun, Faris, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah terseret arus deras di saluran drainase tak jauh dari SMA Muhammadiyah Pomalaa.

Detik-Detik Musibah Memilukan

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.00 WITA, sesaat setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan putra dari pasangan Muh. Iqbal dan Siti Hardianti ini sedang berada di pinggir saluran air bersama rekannya.

Nahas, kondisi pinggiran drainase yang licin membuat korban tiba-tiba tergelincir. Debit air yang meningkat drastis akibat hujan membuat tubuh kecil Faris langsung terseret arus yang sangat kuat dan menghilang dalam sekejap dari pandangan temannya.

​Evakuasi Dramatis oleh Warga

​Melihat rekannya hilang ditelan arus, teman korban segera berteriak meminta tolong. Puluhan warga yang mendengar kabar tersebut langsung berhamburan menuju lokasi untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran air.

​”Warga berupaya menyusuri derasnya air. Korban akhirnya ditemukan di bawah penutup drainase dalam kondisi sudah terkujur lemas,” ujar salah satu saksi di lokasi.

​Dua warga, H. Bustam dan Bapak Suharda, bergerak cepat menaikkan korban ke sepeda motor untuk dilarikan ke Puskesmas Pomalaa. Namun sayang, takdir berkata lain. Meski upaya pertolongan medis telah dilakukan, nyawa bocah malang tersebut tidak dapat terselamatkan.

​Alarm Bahaya bagi Orang Tua
​Tragedi ini menjadi luka mendalam bagi warga Jalan Padamarang dan sekitarnya. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan keras akan bahaya drainase atau saluran air yang terbuka lebar tanpa pagar pengaman, terutama saat cuaca ekstrem.

Himbauan untuk Warga:

​Pengawasan Ketat: Para orang tua diminta untuk selalu memantau aktivitas anak-anak, terutama saat dan setelah hujan deras.

​Waspada Area Berbahaya: Hindari membiarkan anak bermain di dekat saluran air, got, atau sungai yang debit airnya sedang meningkat.

Fasilitas Keamanan: Warga berharap pemerintah setempat segera mengevaluasi keamanan drainase di titik-titik rawan agar musibah serupa tidak terulang kembali.

Reporter: Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan

bidikhukumnews.com