Gebyar HUT PGRI ke-80, Guru-Guru Cianjur Bangun Solidaritas Wujudkan Generasi Pancawaluya

CIANJUR – bidikhukumnews.com kebersamaan dan dedikasi dalam dunia pendidikan tampak menggelora dalam jalan santai meriah yang digelar Pengurus Cabang (PC) PGRI Kecamatan Cianjur, Sabtu (22/11/2024). Acara yang melibatkan ratusan kepala sekolah dan guru dari seluruh jenjang pendidikan ini merupakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional. Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, hadir secara langsung untuk membuka dan melepas start peserta.

Kegiatan yang mengusung tema “Era Baru Solidaritas Guru Kecamatan Cianjur Dalam Upaya Menciptakan Generasi PANCAWALUYA” ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Daerah.

Dalam sambutannya, Abi Ramzi menekankan peran strategis guru yang tidak tergantikan sejak masa awal kemerdekaan. “Alhamdulillah, ini rangkaian hari guru yang ke-80. Para pendiri bangsa, selang tiga bulan setelah kemerdekaan, langsung membentuk PGRI. Ini membuktikan betapa pentingnya pendidikan,” ujarnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga marwah guru di tengah tantangan zaman. Ia mengajak kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendidik anak. “Orang tua menyerahkan anaknya ke sekolah, anggap guru sebagai orang tuanya di sekolah. Namun, guru juga harus memahami kita sekarang berhadapan dengan anak-anak generasi Z yang karakternya berbeda. Mari kita kuatkan kembali komitmen ini,” pesannya.

Acara ini juga menandai debut program kerja kepengurusan PC PGRI Kecamatan Cianjur periode 2025-2030 yang baru. Ketua PGRI Kecamatan Cianjur, Wildan Efendi, S.Pd., M.M., menyatakan bahwa jalan santai ini adalah kegiatan perdana sekaligus bagian dari program 100 hari kerjanya.

“Ini merupakan kegiatan perdana kami yang mendobrak visi Kabupaten Cianjur, terutama dalam peningkatan kompetensi dan mutu guru,” ujar Wildan.

Ia memaparkan bahwa peringatan HUT PGRI telah dimeriahkan dengan serangkaian lomba untuk memacu kreativitas dan kompetensi para pendidik. “Kami mengadakan lomba dakwah, cerdas cermat, voli, bulutangkis, hingga tembang dan solo vokal. Semua dirancang untuk menyemangati guru-guru di Kecamatan Cianjur,” jelasnya.

Menanggapi soal pendanaan, Wildan menegaskan prinsip kemandirian organisasi. “Kegiatan organisasi kami berdasarkan iuran anggota, yang bagi ASN sudah dipotong dari gaji, dan iuran sukarela dari guru honorer. Ini adalah kewajiban anggota yang juga menjadi hak mereka,” tandasnya.

Di akhir wawancara, Wildan menyampaikan dua harapan besar ke depan. “Pertama, soliditas guru di Kecamatan Cianjur semakin kokoh. Kedua, kami berharap ada payung hukum dan regulasi dari pemerintah yang memberikan ‘antibodi’ bagi kami sebagai pendidik. Jangan sampai guru tidak nyaman mendidik karena dibayang-bayangi kriminalisasi,” pungkasnya, menekankan peran PGRI sebagai pembela solidaritas guru.

Acara puncak ini diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dan tasyakuran sebagai wujud syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, menutup peringatan HUT PGRI ke-80 dengan penuh makna dan semangat kebersamaan.

HDS/Ajib.

bidikhukumnews.com