Cigudeg Darurat Curanmor, Motor Relawan Yang Juga Wartawan Raib, Kinerja Polsek Dipertanyakan
Bogor – bidikhukumnews.com
Wilayah hukum Polsek Cigudeg kembali diguncang aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kian meresahkan. Kali ini, pelaku kriminal nekat menggasak sepeda motor milik Bayu, seorang relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Rengasjajar yang juga berprofesi sebagai jurnalis media Kupasmerdeka.com, pada Senin 15/05/2026.
Peristiwa yang terjadi di depan dapur SPPG Rengasjajar ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum setempat. Pasalnya, aksi kriminalitas justru terjadi di area publik dan menyasar elemen masyarakat yang tengah melakukan aksi sosial di tengah himpitan ekonomi.
Korban baru menyadari kendaraannya raib saat melihat kejanggalan di lokasi parkir. Jaket miliknya yang semula ditaruh di atas motor Honda Beat Street Brown bernomor polisi F 2093 FLO, dipindahkan pelaku ke motor lain di sebelahnya.
“Pertama kali saya tahu itu ketika melihat jaket saya sudah pindah posisinya ada di jok motor orang lain. Saya dekati tempat parkir dan motor ternyata sudah hilang,” ungkap Bayu setelah kejadian.
Upaya korban menanyakan keberadaan motornya ke sesama rekan relawan di lokasi tidak membuahkan hasil. Tak ada satu pun saksi yang melihat aksi senyap pelaku. Korban kini telah resmi melaporkan kasus ini ke Polsek Cigudeg dengan harapan pelaku dan jaringan curanmor ini segera diringkus.
Kasus yang menimpa Bayu ini bukan sekadar statistik kriminalitas biasa, melainkan puncak gunung es dari rentetan kasus curanmor di wilayah Cigudeg yang tak kunjung tuntas. Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah ini memicu kritik tajam dari masyarakat terkait efektivitas patroli dan fungsi pencegahan oleh Polsek Cigudeg.
Masyarakat mempertanyakan sejauh mana komitmen kepolisian dalam memetakan dan memberantas jaringan curanmor. Di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit, kehilangan sepeda motor yang notabene alat utama warga mencari nafkah merupakan pukulan telak bagi ruang aman publik.
Polsek Cigudeg kini dituntut bukan lagi sekadar menerima laporan di atas kertas, melainkan melakukan tindakan nyata, represif, dan membongkar sindikat ini hingga ke akarnya.
Reporter: Cecep Muklis






