Adanya Kuburan Baru di Samping Makam Keramat Warga Cikancana Sukaresmi Resah
Cianjur –bidikhukumNews.com
Terkait adanya sejumlah makam baru yang posisinya disejajarkan dengan makam keramat di lahan TPU Barulimus Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi membuat resah warga sekitar, dan mereka menyatakan sikap menolak keras atas keberadaan makam-makam tersebut.
Kepala Desa (Kades) Cikancana, Kecamatan Sukaresmi Nanang kepada media mengatakan makam yang tidak jelas juntrungnya ada 9 kuburan berada di dua lokasi.
” 8 di TPU Barulimus dibangun sekitar tahun 2022 lokasinya disamping kanan kiri Makam keramat Embah Sawadah dan 1 lagi di atas tanah HGU blok Megawati semuanya tanpa seizin pemerintah desa,” ujar Kades Nanang kepada wartawan, Kamis (27/3/2025)
Sebelumnya, kata Nanang dari penelusuran ke lapangan bahwa makam di TPU Barulimus yang dikeramatkan dan sering dikunjungi peziarah hanya satu yaitu makam Embah Sawadah.
Namun belakangan ini muncul 8 makam baru yang posisinya dibentuk sejajar dengan makam keramat, hal itu warga masyarakat merasa keberatan dan menyatakan sikap menolak karena dianggap menyesatkan.
“Salah satu contoh, orang lain pada sholat Jumatan, mereka itu malah nongkrong di area kuburan. Setelah ditelusuri siapa yang membuatnya, saya sempat meminta kepada yang mengerjakan kuburan tersebut untuk membongkarnya kembali,” ujar Nanang
Lanjut Kades, meski sudah dimusyawarahkan, tetapi para pelaku itu malah ngeyel dengan membuat lagi makam di lahan HGU yang status lahannya masih dalam perkara.
” Kami sebagai Pemerintah desa mengimbau kepada warga desa Cikancana jangan sampai tersesat, juga terhadap para peziarah jangan sampai tertipu karena disini hanya satu makam keramat Embah Sawadah, katanya
Selain itu, ia meminta tolong ke media untuk memviralkannya supaya para pelaku ada efek jera.
“Tindakan yang akan dilakukan pemerintah desa Cikancana yaitu akan melaporkan kepada yang berwajib.
Karena sudah dua kali kejadian, pelakunya ngeyel disuruh bongkar malah membangun lagi kuburan di lahan HGU perkebunan blok Megawati”. Katanya
(YAN/HDS)









