Halal Bihalal PSC Cianjur: Merajut Komitmen Kolektif di Tengah Dinamika Bisnis Pengeras Suara
CIANJUR — bidikhukumnews.com Nuansa kekeluargaan yang hangat dan penuh makna menyelimuti gelaran Halal Bihalal Perkumpulan Pengusaha Sound Cianjur (PSC) yang berlangsung di halaman GOR Chaplin, Kampung Panembongkaler, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Rabu (15/3/2026). Lebih dari sekadar ajang temu kangen tahunan, kegiatan ini menjelma menjadi ruang strategis untuk merajut kembali komitmen kolektif di antara para pelaku usaha jasa pengeras suara di Bumi Rancah.
Hadir dengan mengusung semangat kebersamaan, acara yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga siang hari tersebut diikuti oleh puluhan pengurus, anggota, serta undangan dari unsur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat. Suasana saling bermaafan dan berjabat tangan menjadi pemandangan utama, mencerminkan esensi hakiki dari halal bihalal sebagai media pembersih hati dan pengokoh tali persaudaraan pasca Ramadhan.
Ketua Panitia Pelaksana, Asep Sani Chaplin, mengawali rangkaian acara dengan laporan yang menggambarkan tingginya soliditas internal PSC. Hampir seluruh jajaran pengurus dan anggota hadir tepat waktu, sebuah indikator bahwa organisasi ini hidup dan dinamis.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota dan panitia yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini. Halal bihalal bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi momentum evaluasi bersama, terutama dalam menjaga kekompakan organisasi ke depan. Bagi kami, rekan seprofesi adalah saudara. Semoga silaturahmi ini kian erat,” ujar Asep dengan penuh haru di hadapan para peserta.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum PSC, Dadang Mulyadi, menyampaikan orasi yang mengena mengenai dinamika bisnis persewaan sound system di Cianjur. Ia tidak menampik bahwa persaingan di lapangan cukup dinamis dan kerap kali tidak sehat. Namun, menurutnya, semua itu harus dihadapi dengan prinsip persaudaraan, bukan saling menjatuhkan.
“PSC adalah wadah kita untuk maju bersama. Saya mengajak seluruh anggota menjadikan hari ini sebagai titik balik memperkuat komitmen kolektif. Mari kita bangun ekosistem usaha yang sehat, transparan, dan saling mendukung. Hindari praktik perang harga yang hanya akan merugikan rekan sendiri dan pada akhirnya menurunkan kualitas layanan untuk masyarakat Cianjur. Jika kita bersatu, profesionalisme akan lahir dengan sendirinya,” tegas Dadang Mulyadi dengan nada penuh keyakinan.
Sekretaris Jenderal PSC, Ace Muslihat, S.Ag, membawa perspektif berbeda yang menyentuh aspek spiritual. Ia mengingatkan bahwa profesi pengusaha sound system memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, hingga hajatan warga. Karena itu, nilai keberkahan harus menjadi fondasi utama.
“Keuntungan materi itu penting, tapi keberkahan usaha jauh lebih utama. Mari pastikan setiap event yang kita tangani, terutama yang bernuansa dakwah dan syiar Islam, kita jalankan dengan niat ibadah dan profesionalitas. Saya titip pesan kepada seluruh anggota untuk terus menjunjung tinggi nilai kebersamaan, karena ukhuwah adalah aset yang tak ternilai. Kepada panitia, terima kasih untuk hidangan dan keramahannya,” tutur Ace Muslihat yang disambut tawa meriah dan tepuk tangan hangat dari seluruh peserta.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, sesi foto bersama, dan diskusi santai. Para anggota tampak asyik membahas jadwal kerja serta peluang kolaborasi untuk berbagai event musik dan hajatan di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Hangatnya interaksi tersebut menjadi bukti nyata bahwa halal bihalal PSC tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi harmoni bisnis dan sosial di kalangan pengusaha sound system Cianjur.
Dengan berakhirnya acara, para peserta pulang membawa lebih dari sekadar senyuman dan jabat tangan. Mereka membawa semangat baru: bahwa bisnis yang sehat hanya bisa tegak di atas pondasi persaudaraan dan keberkahan.
Reporter: HDS/jib






