MEMPERKUAT LITERASI DAN KEARIFAN LOKAL, WAKIL BUPATI BUOL BUKA PEMBEKALAN LOMBA VIDEO KONTEN LITERASI TAHUN 2026
26 Oktober 2026
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buol menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Lomba Video Konten Literasi Berbasis Kearifan Lokal Tingkat Umum Se-Kabupaten Buol Tahun 2026, yang berlangsung di Aula Pobokidan Lantai III Kantor Bupati Buol, Senin (26/10/2026). Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H. Hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buol Dr. Lusiana Baculu, S.E., M.M., Kabag Prokopim Kabupaten Buol Lisa Monalisa, S.STP., narasumber, dewan juri, peserta dari kalangan mahasiswa, guru, pelajar SLTA, jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buol, serta insan pers.
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN
Laporan Ketua Panitia, Sunarti, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Perpustakaan Daerah.
Mengusung tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Indonesia”, dengan tiga subtema:
1. Generasi Cepat Membaca, Menuju Masa Depan Gemilang
2. Literasi Digital untuk Generasi Buol yang Kreatif dan Produktif
3. Menggerakkan Literasi, Menginspirasi Negeri dari Buol
Kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan informasi program perpustakaan, mengembangkan budaya baca dan literasi masyarakat, memberikan ruang kreativitas, serta menumbuhkan minat baca di Kabupaten Buol. Sebanyak 50 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti pembekalan yang berlangsung selama satu hari ini.
Narasumber dihadirkan Firman Madjo, S.Pd. dan Moh. Negarawan — keduanya merupakan mantan Duta Baca Kabupaten Buol yang memiliki keahlian di bidang literasi. Sementara dewan juri terdiri dari Kasmir Y. Male, S.Pd., Moh. Khairan, S.Sos., dan Moh. Reza Satrio, yang berasal dari unsur pegiat literasi, konten kreator, dan instansi terkait. Pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun 2026.
Sunarti juga memohon dukungan Pemerintah Daerah untuk menyebarluaskan informasi Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) melalui berbagai forum. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengisian kuesioner sangat penting karena berdampak langsung pada nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) urusan perpustakaan di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional. Batas akhir pengisian survei adalah 30 November 2026.
APRESIASI DAN PESAN WAKIL BUPATI
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Buol yang berhalangan hadir lantaran berada di luar daerah menyelesaikan agenda penting di tingkat provinsi. Pemerintah Kabupaten Buol tetap memberikan dukungan penuh terhadap gerakan literasi dan kreativitas generasi muda.
“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan upaya melestarikan identitas daerah sekaligus merespons tantangan perkembangan teknologi digital,” ujar Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memperkuat budaya literasi dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal Kabupaten Buol kepada dunia luar. Kemampuan literasi yang baik menjadi beban agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan zaman dan menggunakan teknologi secara bijak.
Lebih jauh, ia mengajak generasi muda menerapkan nilai Mopalus atau gotong royong melalui kolaborasi digital — membangun ruang digital yang edukatif, kreatif, dan penuh inspirasi. Kearifan lokal, menurutnya, bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pedoman moral yang tetap relevan di era digital.
Mengambil contoh legenda Gunung Pogogul tentang sumpah batu hitam yang mengingatkan masyarakat untuk menjaga hati dari rasa iri, dengki, dan dendam, Wakil Bupati mengingatkan agar nilai moral tersebut diterapkan juga di dunia maya.
“Saringlah informasi sebelum dibagikan. Hindari hoaks, disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian. Media sosial adalah sarana edukasi dan pemersatu, bukan tempat menyebarkan kebencian,” tegasnya.
Kepada para peserta, ia berpesan agar berkompetisi secara sehat, menuangkan kreativitas terbaik, dan mengangkat kearifan lokal sebagai kebanggaan warga Buol. Pada akhir sambutan, ia secara resmi membuka kegiatan Lomba Video Konten Literasi Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Buol Tahun 2026.
Reporter: Wakaperwil Sulteng_ YN. Ladehu

