Penertiban Pedagang Barito di Pasar Dondo Berjalan Humanis, Aksi Buang Dagangan Murni Inisiatif Penjual
Sebuah video dan narasi yang beredar mengenai aksi penghamburan barang dagangan oleh pedagang Barito (Bawang, Rica, Tomat) di Pasar Dondo.
Sempat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Narasi yang menyebutkan bahwa kerusakan barang tersebut diakibatkan oleh tindakan represif petugas penertiban dibantah keras oleh pihak terkait. Berdasarkan fakta di lapangan, penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan pada [24/04/2026] berlangsung secara persuasif dan humanis.
Petugas memberikan imbauan kepada para pedagang agar menempati lapak yang telah disediakan guna menjaga ketertiban dan kebersihan pasar.
Namun, dalam proses tersebut, salah seorang pedagang justru merespons dengan emosional. Penjual tersebut terpantau menghamburkan sendiri barang dagangannya ke jalanan sebagai bentuk protes atau kekesalan pribadi.
Aksi ini seolah-olah dikesankan sebagai hasil dari tindakan kasar petugas, padahal tim di lapangan sama sekali tidak melakukan kontak fisik terhadap barang maupun pedagang.
“Kami melakukan penertiban sesuai prosedur yang berlaku, yakni mengedepankan dialog. Tidak ada instruksi apalagi tindakan untuk merusak dagangan warga.
Kejadian penghamburan barang tersebut murni dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan,” ujar [Nama Pejabat/Perwakilan Petugas], saat dikonfirmasi. Langkah penertiban ini sejatinya bertujuan untuk menata kembali Pasar Dondo agar lebih nyaman bagi pembeli maupun pedagang lainnya.
Pihak pengelola pasar menyayangkan adanya penggiringan opini yang tidak sesuai fakta dan meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial.
Saat ini, situasi di Pasar Dondo telah kembali kondusif, dan aktivitas jual beli tetap berjalan normal.
Reporter: Kabiro Touna ( YN. Ladehu ).







