Sopir Angkot dan Driver Ojol di Nagrak Gelar Aksi: Protes Jalan Rusak Akibat Proyek Tol Bocimi, Minta Perbaikan dan Pengaturan Jam Operasional Truk
Sukabumi – bidikhukumnews.com ||
Kondisi jalan rusak yang diduga akibat aktivitas pembangunan Tol Bocimi memicu aksi protes warga. Banyaknya sopir angkutan (angkot) bersama driver ojek online (ojol) di wilayah Nagrak, Kabupaten Sukabumi, melakukan aksi blokade jalan pada Senin (14/07/2025). Aksi digelar tepat di Area proyek pembangunan Tol Bocimi, wilayah Jelegong, sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi jalan lingkungan yang kian membahayakan.
Para pengemudi yang sehari-hari menggantungkan hidup dari jalan tersebut menyuarakan tuntutan agar pihak pelaksana proyek, dalam hal ini PT Waskita Karya, segera memperbaiki kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan berat pengangkut material proyek. Mereka menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, namun juga menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi.
“Jalan ini rusak parah. Banyak pengendara yang terpeleset karena licin dan berlubang. Kami setiap hari lewat sini, dan sudah terlalu sering melihat kecelakaan. Sampai kapan kami harus dibiarkan begini?” ungkap Ewok, salah satu perwakilan massa aksi saat di lokasi.
Selain masalah infrastruktur, massa aksi juga menyoroti waktu operasional truk-truk besar yang membawa material pembangunan tol. Mereka meminta pihak proyek untuk mengatur jadwal pengangkutan agar tidak melintas pada jam-jam sibuk, terutama pagi dan sore hari, karena sering menimbulkan kemacetan di jalur alternatif Nagrak yang notabene digunakan masyarakat umum.
“Truk-truk proyek melintas beriringan saat jam sibuk, kami yang bawa penumpang jadi terhambat, ojol juga susah cari order karena macet. Ini bukan hanya soal jalan rusak, tapi soal kepentingan banyak orang,” lanjut Ewok.
Kondisi ini membuat warga sekitar dan pengguna jalan lainnya cukup terganggu, namun sebagian besar mengaku memahami alasan di balik aksi yang dilakukan para sopir dan driver ojol tersebut.
Setelah berlangsung sekitar dua jam, aksi massa akhirnya mereda usai dilakukan mediasi antara perwakilan sopir dan driver ojol dengan pihak manajemen PT Waskita Karya. Dalam mediasi tersebut, turut hadir Danramil Cibadak dan Kapolsek Nagrak yang bertindak sebagai penengah.
Hasil dari pertemuan tersebut, dan kedua belah pihak bersedia membuat kesepakatan bersama. Pihak Waskita Karya menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh, serta menyesuaikan jam operasional truk agar tidak mengganggu mobilitas warga pada jam padat.
“Kami menerima tuntutan dari warga dan akan segera menindaklanjutinya. Untuk perbaikan jalan, saat ini sudah kami lakukan secara bertahap, dan ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan. Sementara soal operasional truk, akan kami evaluasi dan sesuaikan agar tidak beroperasi saat jam sibuk,” jelas perwakilan Humas PT Waskita Karya.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, jalan yang sempat di buat aksi akhirnya dibuka kembali dan lalu lintas pun kembali normal. Meski demikian, warga dan pengemudi berharap komitmen yang telah disepakati benar-benar direalisasikan, bukan sekadar janji sementara untuk meredam situasi.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa proyek pembangunan infrastruktur berskala besar seperti Tol Bocimi perlu lebih memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan, terutama terhadap masyarakat sekitar yang paling terdampak langsung oleh aktivitas proyek.
Reporter: SR








