Kami Aksi Agar Hidup Anak Kami Lebih Baik & Perbaikan Kondisi Kerja Lady Ojol
kota Sukabumi – bidikhukumnews.com || Pekerja pengemudi ojol (ojeg online) adalah pekerjaan rentan, setiap saat bahaya mengintai kalau tidak nabrak bisa jadi ditabrak walaupun sudah sangat hati-hati. Selian laka lantas penyakit paru-paru, syaraf kejepit dan berbagai penyakit berbahaya lain menjadi resiko dari pekerjaan yang setiap hari menghisap debu jalanan, kena angin, hujan dll. kota Sukabumi, (17/02/2025).
Itu adalah resiko pengemudi ojol secara umum, untuk pengemudi ojol perempuan atau biasa disebut lady ojol resiko lain bertambah lagi yaitu pelecehan dan kekerasan seksual baik dari pengendara maupun dari sesame pengemudi.
“Menjadi lady ojol bukan keinginan, tetapi karena kebutuhan.
Untuk menjadi buruh pabrik kita harus keluar uang sampai puluhan juta, hanya menjadi driver ojol yang kita tidak perlu mengeluarkan uang sampai puluhan juta untuk mendapatkan pekerjaan.
Walaupun kami tahu resiko, tetapi dapur harus ngebul ada anak yang harus mendapat Pendidikan,” ujar Heni, salah seorang lady ojol Sukabumi.
Pengemudi ojol melakukan aksi menuntut THR di tanggal 17 Februari 2025.
dan penghapusan layanan Aceng dan Slot. Lady ojol Sukabumi memastikan akan terlibat dalam aksi tersebut menginggat selama ini banyak kebijakan dari aplikator yang merugikan pengemudi ojol termasuk kebijakan bagi lady ojol.
“Aplikator akan memberikan sangsi bagi pengemudi ojol yang melakukan pelecehan, tetapi kami tidak melihat ada sangsi yang nyata bagi penumpang yang melakukan pelecehan terutama kepada lady ojol.
Kami ngebid bisa sampai malam, bukan tidak takut resiko tetapi karena pendapatan ojol yang sangat sulit, selain itu aplikator juga tidak memperhatikan kesehatan reproduksi lady ojol.
“Kami tidak mendapat cuti melahirkan, kalau lady ojol melahirkan maka akun kami off bid, resikonya setelah melahirkan kami on bid akun kami anyep bahkan bisa dinonaktifkan” keluh Reni Sondari Kepala Bidang Pendidikan Serikat Demokrasi Indonesi (SDPI).
“Kami lady ojol sangat memerlukan shelter dan toilet, karena bagi kami perempuan terutama kalau sedang haid sangat membutuhkan toilet.
Selain itu kami juga segan ngumpul dengan para ojol laki-laki” ujar Heni lady ojol Sukabumi.
Tidak ada jumlah pasti berapa total pengemudi ojol perempuan, tetapi berapapun jumlah lady ojol pemeritah dan aplikator harus memperhatikan kebutuhan dari lady ojol.
Beberapa tahun lalu aplikator memberikan perlakuan khusus bagi para lady ojol, namun sekarang tidak ada yang membedakan antara lady ojol dan ojol laki-laki.
Mereka sama-sama berjuang dijalanan dengan potongan hamper 30% dengan layanan aceng dan slot yang membuat ojol serta lady ojol harus bekerja 3kali lipat lebih keras.
“Untuk itu lady ojol Sukabumi menyatakan akan terlibat aksi hari Senin 17 Feb 2025 di Kemenaker, dan meminta agar:
1. Kemenaker mengeluarkan Surat Edaran pembayaran THR
2. Aplikator Grab dan Gojek menghapus layanan Aceng dan Slot
3. Kemenaker dan Kementrian Perempuan mengkaji kondisi kerja lady ojol dan mengeluarkan kebijakan khusus bagi lady ojol
4. Turunkan potongan aplikator
5. Berikan jaminan kecelakaan kerja dan kematian gratis bagi seluruh lady ojol,” Pungkasnya.
Reporter : Achmad Saepudin







