Kemacetan yang terjadi Dini Hari di Jalan Alternatif Nagrak Karena salah satu Kendaraan muatan berat Proyek Tol Bocimi berkendala

Sukabumi – bidikhukumnews.com ||
Kemacetan sempat terjadi pada dini hari di ruas jalan alternatif Nagrak, tepatnya dari Pamuruyan hingga Kampung Gedung Bengkok, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Kemacetan tersebut disebabkan oleh salah satu kendaraan proyek yang mengalami kendala di tengah jalan.” Sabtu (12/04/25).

Berdasarkan pantauan awak media pada pukul 06.30 WIB, terlihat sejumlah kendaraan besar seperti truk pengangkut besi baja dan truk bermuatan batu masih berjajar di sepanjang jalan tersebut. Kendaraan-kendaraan tersebut diketahui akan menuju lokasi proyek pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 yang berada di wilayah Nagrak.

Menurut keterangan petugas penjaga palang pintu kereta api di jalan alternatif Nagrak, Mobil muatan berat yang berjejer di sekitar jalan alternatif mulai terjadi sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Hal ini dikarenakan salah satu kendaraan pengangkut material mengalami gangguan teknis sehingga menyebabkan antrean panjang kendaraan proyek lainnya dari arah Pamuruyan hingga jalan alternatif Nagrak, Desa Cisarua.

Sekitar pukul 07.15 WIB, kendaraan berat tujuan proyek Tol Bocimi mulai dapat melanjutkan perjalanan. Meski demikian, kemacetan yang sempat terjadi menimbulkan keluhan dari warga sekitar, terutama warga Kampung Gedung Bengkok. Warga berharap ada pengawalan dari petugas untuk mengatur lalu lintas kendaraan proyek yang melintas di jalan alternatif tersebut.

“Kalau tidak ada yang mengatur, kemacetan bisa parah dan sangat menyulitkan. Kami sampai ikut membantu mengatur lalu lintas, meskipun tidak mendapat upah. Tapi bagaimana lagi, daripada macet total,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga menyampaikan harapannya agar pihak proyek dapat memberdayakan pemuda kampung untuk turut serta dalam pengaturan lalu lintas kendaraan proyek, demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Menanggapi hal tersebut, pihak perwakilan dari Kantor Waskita Karya yang mengerjakan proyek, Bapak Irfan dan Bapak Iman, menyampaikan kepada awak media permohonan maaf atas kejadian tersebut. Mereka berkomitmen untuk segera menginstruksikan penugasan personel khusus guna mengawal dan mengatur lalu lintas kendaraan proyek ke depannya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Ke depan akan kami usahakan agar ada pengawalan dari personel proyek untuk mengantisipasi kemacetan. Mengenai pemberdayaan warga, saat ini belum memungkinkan karena kami sudah memiliki personel internal. Namun kami terbuka untuk kemungkinan kerja sama di masa mendatang,” ujar perwakilan Waskita Karya.

Dengan adanya pengawalan yang lebih tertib, diharapkan jalur alternatif menuju proyek Tol Bocimi Seksi 3 dapat kembali kondusif dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

REPORTER : Abdul latip

bidikhukumnews.com