Tambah Masalah. Investor PETI di Sulut Buang Tembakan, Diduga Miliki Senjata Api Ilegal
SULUT – bidikhukumnews.com // Aparat TNI-Polri didesak segera menyisir lokasi tambang ilegal dan pembakaran karbon yang dikendalikan seorang investor berinisial Kevin P di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut). Desakan ini menyusul insiden pembuangan tembakan yang dilakukan Kevin di Desa Basaan 1, Kec. Ratatotok, Mitra pada Senin (23/02/2026) lalu.
Peristiwa mencekam itu terjadi di lokasi yang akan digunakan untuk pemanggangan karbon. Tanpa sebab yang jelas, Kevin tiba-tiba keluar dari kediamannya sambil memegang senjata api yang diduga jenis pistol dan melepaskan tembakan.
Michael Turang, saksi mata yang berada di lokasi, menceritakan kronologi kejadian. Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum Magrib, dipicu keributan antara warga dan penjaga lokasi soal jumlah orang yang akan menjaga proses pembakaran karbon.
“Ada insiden saling protes lebih dahulu. Lebih dari dua orang datang ke TKP untuk menjaga pembakaran karbon. Itu sesuai kesepakatan awal. Tapi petugas yang menjaga lokasi tidak mengizinkan masuk semua. Cuma boleh dua orang,” ujar Michael.
“Nah karena suara ribut ini, tiba-tiba Kevin keluar dari rumah langsung buang tembakan dua kali. Beberapa detik dari bunyi tembakan, saya dengar bunyi selongsong yang jatuh ke lantai. Jadi itu kemungkinan senjata api. Entah pistol atau apa kurang tahu,” jelasnya.
Aktivis pertambangan Deddy Rundengan mengecam keras tindakan Kevin yang membuang tembakan di hadapan warga. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya tidak lazim, tetapi juga membahayakan nyawa masyarakat yang hanya ingin bekerja dengan tenang.
“Ini sesuatu yang sangat berbahaya. Sebenarnya ada keistimewaan apa, pelaku tambang pegang senjata api? Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi penembakan serius ke warga? Senjata api itu dari mana?” kecam Rundengan.
Ia mendesak aparat untuk segera turun tangan. “TNI-Polri perlu melakukan investigasi dan memproses kepemilikan senjata api ilegal itu,” tegasnya.
Rundengan memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan akan segera melayangkan laporan resmi ke Polda Sulut terkait insiden tersebut.
“Kami akan lapor resmi dalam waktu dekat. Tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kevin P merupakan investor tambang asal Jakarta yang berbadan tegap dan dipenuhi tato di sekujur tubuhnya. Ia disebut-sebut melakukan aktivitas tambang ilegal di wilayah Ratatotok. Sebelum insiden tembakan, Kevin juga sempat terlibat cekcok dengan pemilik tanah setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
Reporter: JUN – TIM






