Warga Cipanas-Pacet dan Santri Bersatu, Desak Bupati Tepati Janji Tolak GEOTHERMAL Di Gunung Gede

CIANJURbidikhukumnews.com

Sebanyak 16 elemen masyarakat yang terdiri dari warga Kecamatan Cipanas dan Pacet, santri, serta organisasi kemasyarakatan dan pendaki menggelar aksi damai di depan Gedung Pendopo Pemda Kabupaten Cianjur, Rabu (10/12/2025). Aksi bertajuk “Selamatkan Hutan dan Rakyat” ini menolak tegas ekspansi proyek panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango yang dinilai akan merusak ekosistem dan menghancurkan kehidupan warga.

Mengusung spanduk bertuliskan “Gunung Gede Bukan Ladang Tambang Panas Bumi” dan “Selamatkan Gunung Gede Sekarang Juga”, massa aksi menyatakan penolakan terhadap proyek yang mereka sebut sebagai “proyek sengsara nasional”. Mereka menegaskan bahwa ekspansi geothermal akan mengancam kelestarian hutan yang menjadi jantung kehidupan Cianjur.

“Gunung Gede Pangrango merupakan jantungnya Cianjur. Ketika pembangunan geothermal ini tetap dilaksanakan, akan menimbulkan kerusakan tidak hanya di Cianjur saja, tetapi Sukabumi, Bogor, dan wilayah lainnya akan terdampak,” demikian bunyi salah satu pernyataan sikap yang dibacakan dalam aksi.

Koordinator aksi, Surnaryo Sugiarto atau kerap disapa Aryo, menegaskan bahwa inti dari unjuk rasa ini adalah penolakan terhadap geothermal dan penagihan janji politik Bupati Cianjur, H. Wahyu.

“Bupati Wahyu pada waktu kampanye pernah berjanji akan menolak geothermal. Aksi hari ini melibatkan 16 elemen masyarakat, dari ormas serta organisasi pendaki, yang paling banyak dari masyarakat tapak. Jadi fokus kami menagih janji Bupati,” tegas Aryo di depan pendopo.

Ia menyampaikan tuntutan langsung kepada pemerintah daerah. “Sekarang kami mau bertanya, langkah-langkah Bupati akan seperti apa menyikapi hal ini. Kalau memang tidak ada tanggapan, kami akan melakukan audiensi yang dikawal oleh Kesbangpol. Kalau memang Bupati masih keberatan juga, kami akan menghadap Gubernur Jawa Barat,” paparnya.

Aksi berlangsung tertib dan diakhiri dengan penyerahan langsung pernyataan sikap kepada perwakilan pemerintah daerah. Para pengunjuk rasa menuntut komitmen nyata dari Bupati Wahyu untuk merealisasikan janji kampanyenya dalam melindungi Gunung Gede Pangrango dari ekspansi industri yang berpotensi merusak lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Cianjur terkait tuntutan para pengunjuk rasa. Keberlanjutan aksi dan eskalasi menuju Gubernur Jawa Barat akan bergantung pada respons konkret Pemkab Cianjur dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: HDS/Najib

bidikhukumnews.com