Tagih Janji “Siap Mundur”, Ratusan Mahasiswa IMM Desak Kapolda Sultra Copot Kapolres Bombana!
Kendari, Sulawesi Tenggara – bidikhukumnews.com || Gelombang protes besar melanda Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (3/3/2026). Ratusan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kendari turun ke jalan untuk menagih janji “keramat” Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, terkait komitmen moralnya menjaga keamanan massa aksi.
Ketegangan ini dipicu oleh insiden dugaan tindakan represif yang dilakukan Kapolres Bombana. Sang Kapolres disebut-sebut melakukan tindakan fisik berupa “piting leher” terhadap aktivis saat demonstrasi di depan Mapolres Bombana, Rabu (18/2) lalu.
Sorotan tajam tertuju pada surat pernyataan Kapolda Sultra tertanggal 1 September 2025. Dalam surat tersebut, Irjen Pol Didik Agung secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk dicopot atau mengundurkan diri jika anggotanya terbukti melakukan tindakan represif yang berlebihan.
”Kami datang untuk menagih komitmen tersebut. Bapak Kapolda sudah berjanji sebagai wujud tanggung jawab moral. Jika keamanan penyampai aspirasi tidak terjamin, saatnya Bapak memenuhi janji untuk mundur,” tegas Ketua PC IMM Kota Kendari, Dirman, Rabu (4/3)
Kekecewaan dan Ultimatum 3×24 Jam
Kekecewaan massa semakin memuncak karena Kapolda Sultra tidak menemui mereka secara langsung. Ketidakhadiran orang nomor satu di Polda Sultra tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi mahasiswa.
Tak main-main, IMM Sultra melayangkan ultimatum keras. Jika dalam kurun waktu 3×24 jam tidak ada respons nyata terkait pencopotan Kapolres Bombana, mereka mengancam akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk melumpuhkan titik-titik vital dengan massa yang lebih banyak.
3 Tuntutan Utama IMM Kendari:
1.Copot Kapolres Bombana: Atas dugaan tindakan represif terhadap kader IMM.
2 Tagih Janji Kapolda: Menuntut pertanggungjawaban atas surat pernyataan siap mundur yang diteken pada September 2025.
3.Reformasi Pengamanan: Mendesak pendekatan humanis dan persuasif dalam setiap aksi unjuk rasa di wilayah hukum Sultra.
Respons Polda Sultra
Mewakili pihak Kepolisian, Kompol Kahar Kaendo, S.H., yang menemui massa aksi menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa telah diterima dan akan segera diteruskan ke pimpinan tertinggi.
”Saya akan sampaikan aspirasi ini kepada pimpinan. Proses ini akan terus berjalan, tunggu saja hasilnya,” ujar Kahar singkat di hadapan massa.
Akankah Kapolda Sultra membuktikan komitmen moralnya atau justru gelombang aksi mahasiswa akan semakin tak terbendung? Publik kini menunggu langkah tegas dari Korps Bhayangkara di Bumi Sultra.
Reporter: Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan






