Septa Ahmad Dani Siap Maju Jadi Ketua Karang Taruna Desa Hegarmanah: “Kami Hadir untuk Rakyat, Bukan Sekadar Simbol!”
CIANJUR – bidikhukumnews.com Setelah Mochamad Aldi atau akrab disapa Mang Kunil resmi naik jabatan menjadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangtengah, posisi pimpinan di tingkat desa pun lowong. Momentum itu tak disia-siakan. Septa Ahmad Dani menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Ketua Karang Taruna Desa Hegarmanah, dengan semangat perubahan yang tegas dan terukur.
Keputusannya bukan tanpa alasan. Septa mengaku terpanggil dari hati nurani dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya generasi muda dan para petani di wilayahnya.
“Saya muak melihat organisasi pemuda hanya jalan di tempat. Karang Taruna harus bergerak, bukan sekadar absen dan razia. Ini saatnya kita bekerja nyata,” ujar Septa dengan nada tegas, Selasa (12/5/2026).
Septa membeberkan visi-misinya yang terarah: memberdayakan pemuda, membuka lapangan kerja lokal, dan mengawal program pemerintah hingga ke akar rumput. Ia menegaskan bahwa Karang Taruna mesti menjadi jembatan, bukan tembok antara warga dan negara.
“Kami akan turun ke sawah, ke ladang, ke rumah-rumah warga. Kami dengar keluhan mereka. Jangan biarkan pemuda desa menganggur sementara perusahaan sekitar merekrut tenaga dari luar,” tegasnya.
Septa menyoroti dua isu utama: pengangguran pemuda desa dan ketidakadilan distribusi pupuk serta kartu tani yang tidak aktif. Baginya, petani adalah pahlawan pangan yang selama ini hanya jadi bulan-bulanan birokrasi.
“Masih banyak petani Hegarmanah yang kartu taninya mati, pupuk subsidi langka. Saya akan kontrol itu. Kalau perlu, kami bawa langsung ke Dinas,” katanya.
Ia juga mengkritik sistem bantuan sosial dan program pemerintah seperti BPJS, bansos, hingga bantuan ekonomi yang sering kali tak tersampaikan karena minimnya sosialisasi.
“Masyarakat bawah sering bingung. Mereka takut mengajukan haknya. Padahal, data dan usulan datang dari bawah. Karang Taruna harus mendampingi, bukan malah mempersulit,” ujar Septa.
Dalam pernyataan penutupnya, Septa menegaskan bahwa dirinya tidak akan jadi ketua yang hanya duduk manis di balik meja. Ia berkomitmen langsung turun ke lapangan, memastikan setiap program bantuan tepat sasaran.
“Kami tegas: masyarakat tidak perlu takut. Yang tidak bekerja, akan kami ganti. Karang Taruna Desa Hegarmanah harus menjadi garda terdepan keadilan sosial. Siap atau siap? Kami siap!” pungkasnya.
Dengan dinamika politik pemuda yang kian panas, langkah Septa Ahmad Dani patut dinanti. Akankah ia membawa angin segar bagi Karang Taruna Desa Hegarmanah? Waktu yang akan menjawab.
Reporter: HDS/Jib






