Di Balik Ketajaman “Silet” yang Bongkar Korupsi Ahmad Anwar dan Perjuangan Senyap Ratusan Santri Tanpa Biaya
Cianjur- bidikhukumnews.com –
Nama Ahmad Anwar, atau yang lebih akrab disapa Ebes Silet, belakangan ini menjadi salah satu nama yang paling diperbincangkan di kalangan pejabat dan masyarakat Kabupaten Cianjur. Sosok direktur utama media besinfo.id ini dikenal tajam, tak kenal kompromi, dan kerap mengangkat ke permukaan dugaan kasus korupsi serta penyimpangan pengelolaan anggaran yang diduga melibatkan sejumlah pejabat daerah. Bagi mereka yang merasa terganggu, kehadiran Ebes dianggap seperti “silet” yang mengiris ketenangan, namun bagi masyarakat luas, ia adalah suara yang berani menegakkan kebenaran.
Namun, di balik citra keras dan tegas yang melekat, tersimpan sisi lain yang jarang diketahui publik. Selama ini, Ebes telah merawat dan mendukung ratusan santri di sebuah pondok pesantren Al-ihsan
di Kp.Pakuleat, Desa, peuteuycondong
Kecamatan cibeber, Kabupaten Cianjur. Yang memberlakukan sistem tanpa biaya apapun bagi para santrinya. Mulai dari kebutuhan makan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar, semua ditanggungnya secara mandiri, tanpa bantuan dana dari pihak pemerintah, pengusaha, maupun organisasi apapun. Ia melakukannya tanpa pamrih, bahkan jarang sekali menceritakannya kepada orang lain.
Sebagai aktivis dan pemerhati politik lintas bidang, Ebes kerap melakukan penelusuran data, verifikasi informasi, hingga menyajikan hasil temuan secara terbuka kepada publik. Banyak kasus yang diangkatnya kemudian menjadi sorotan luas, memicu perhatian pihak berwenang hingga memunculkan perdebatan di ruang publik. Tak heran jika sejumlah pejabat daerah merasa tidak nyaman dan berusaha membungkam suaranya.
“Saya hanya menjalankan kewajiban untuk mengawasi bagaimana uang rakyat dikelola. Setiap rupiah yang berasal dari masyarakat harus bisa dipertanggungjawabkan secara terang-benderang,” ujar Ebes saat ditemui awak media di kantornya, baru-baru ini.
Menurutnya, ketegasan yang diambilnya bukan tanpa risiko. Berbagai ancaman, tekanan, hingga serangan balik kerap ia terima. Namun, hal itu tak membuatnya mundur selangkah.
“Justru ketika banyak yang ingin membungkam, itu tanda bahwa apa yang kami lakukan berada di jalur yang benar. Rakyat berhak tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup pemerintahan,” tambahnya.
Di sela-sela kesibukannya mengawasi jalannya pemerintahan dan memberitakan berbagai kasus, Ebes menyisihkan seluruh sisa kemampuannya untuk mendukung pondok pesantren yang menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di sana, para santri tidak diwajibkan membawa uang saku, membayar biaya pendidikan, maupun menyediakan kebutuhan sendiri. Semua kebutuhan dasar disediakan secara cuma-cuma.
“Saya tidak ingin anak-anak ini terhalang nasib hanya karena mereka lahir dari keluarga yang tidak berkecukupan. Mereka punya hak yang sama untuk belajar, memahami agama, dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” kata Ebes dengan nada rendah, seolah tak ingin dibesar-besarkan perbuatannya.
Selama bertahun-tahun, bantuan ini berjalan secara mandiri. Ia menegaskan tidak pernah menerima bantuan dana dari pihak manapun, agar tidak ada pihak yang bisa menjadikan kegiatan sosial ini sebagai alat kepentingan politik maupun komersial.
“Kalau saya menerima bantuan dari pihak tertentu, lama-kelamaan akan ada syarat yang harus dipenuhi. Saya ingin membantu mereka dengan tangan saya sendiri, tanpa harus berhutang budi kepada siapapun,” tegasnya.
Ustad ndang, pengurus pondok pesantren tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Ebes sangat berarti bagi kelangsungan pendidikan para santri.
“Beliau datang tanpa banyak bicara, melihat apa yang kurang, lalu membantu menyelesaikannya. Kami tidak pernah meminta, namun beliau selalu hadir di saat kami kesulitan,” ujar Ustadz Nandang kepada wartawan Kamis 16 juli 2026
Ketegasan dan Kebaikan Dua Sisi yang Melengkapi Bagi Ebes, sikap tegas dalam mengawasi pemerintahan dan kelembutan hati dalam membantu sesama bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya lahir dar (HDS/AR)







