Ekspedisi “Tadulako Sigalei” Jelajahi Gunung Katopas dan Kondoruang, Andalkan Komunikasi Radio di Jalur Terisolir

TOJO UNA-UNAbidikhukumnews.com || Kegiatan ekspedisi pendakian yang digagas Serikat Petualang Alam Cinta Panorama “Tadulako Sigalei” berlangsung penuh tantangan di kawasan Gunung Katopas dan Gunung Kondoruang, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Pendakian yang dilaksanakan pada 7 hingga 22 April 2026 ini bukan sekadar upaya menaklukkan puncak, melainkan perjalanan spiritual dan pengalaman menyatu dengan alam. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan H. Sam Asiku dalam catatannya, bahwa esensi pendakian terletak pada perjalanan, bukan semata pada puncak yang dicapai.

Gunung Katopas sendiri memiliki ketinggian sekitar 2.865 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Tengah. Berlokasi di wilayah Dusun Linte, Desa Mire, Kecamatan Ulubongka, kawasan ini menjadi daya tarik bagi berbagai organisasi pecinta alam.

Dalam pelaksanaannya, ekspedisi ini mendapat dukungan komunikasi dari RAPI Wilayah 10 Tojo Una-Una. Mengingat kondisi pegunungan yang masih terisolir dari jaringan seluler, seluruh komunikasi tim mengandalkan perangkat radio 2 meter band.

Ketua RAPI Wilayah 10 Tojo Una-Una, Dr. Mahmud Lahai, S.Sos., M.Si., menerbitkan Surat Tugas dengan nomor registrasi 001.02.23.10.0426 untuk tim bantuan komunikasi (Bankom) yang terdiri dari 10 personel.

Berdasarkan laporan operator radio RAPI, perjalanan tim ekspedisi berlangsung bertahap dan terpantau secara berkala. Pada Rabu malam, tim tiba di Desa Mire dan memulai pendakian keesokan harinya.

Perjalanan dilanjutkan menuju sejumlah pos pendakian dengan kondisi tim dilaporkan aman dan terkendali. Pada Kamis, tim mencapai Pos 3 dan bermalam. Jumat, perjalanan dilanjutkan hingga Pos 6.

Sabtu (11/4), tim bergerak menuju Pos 7, namun harus membuat bivak di antara Pos 7 dan Pos 8 akibat hujan deras. Minggu (12/4), tim tiba di Pos 8 dalam kondisi sehat.

Memasuki Senin (13/4), tim melanjutkan perjalanan dari Pos 9 menuju Pos 10 meski cuaca kurang bersahabat.

Gunung Katopas dikenal memiliki karakter medan yang terjal, licin, dan panjang, dengan jalur hutan hujan tropis yang lebat. Kawasan ini juga merupakan habitat satwa endemik seperti anoa, serta ditumbuhi vegetasi khas seperti lumut, pandan, hingga kantong semar.

Selain menawarkan panorama alam yang eksotis, jalur pendakian Katopas juga dikenal sebagai “jalur sunyi” yang menuntut kesiapan fisik dan mental pendaki. Waktu tempuh pendakian pun dapat berlangsung selama beberapa hari.

Secara geografis, Gunung Katopas berada sekitar 350 kilometer dari Kota Palu dan dikelilingi sejumlah desa serta aliran sungai. Masyarakat setempat memiliki ketergantungan tinggi terhadap hasil hutan, sehingga menjaga kelestarian alam menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dijunjung.

Ekspedisi ini menjadi bukti bahwa keindahan alam Sulawesi Tengah masih menyimpan pesona yang luar biasa, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksplorasi dan pelestarian lingkungan.

 

Reporter: YN. Ladehu
Editor: SR

bidikhukumnews.com