PEDULI TERHADAP SESAMA KEMENAG BERSAMA FKUB BERIKAN BANTUAN KEPADA KORBAN BANJIR BANDANG DI KECAMATAN KISAM TINGGI DAN MUARADUA KISAM.

MUARADUA bidikhukumnews.com– Tim Tanggap Bencana Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melaksanakan Aksi Solidaritas terhadap Korban Banjir Bandang yang menimpa Desa Ulak Pandan Kecamatan Kisam Tinggi dan Desa Lawang Agung Kecamatan Muaradua Kisam, Jum’at (14/07/2023).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan H.Karep, S.Pd.MM., menyatakan bahwa banjir bandang ini terjadi akibat curah hujan deras yang membuat Sungai Pandan yang ada di wilayah tersebut meluap. Desa Ulak Pandan merupakan lokasi terparah yang menyebabkan satu unit rumah panggung terseret derasnya air dan menjadikan areal pertanian warga rusak parah.

Bantuan yang diberikan Kemenag Kabupaten OKU Selatan dan FKUB berupa Uang dan Paket Sembako kepada masyarakat yang terkena dampak banjir bandang. Lewat bantuan yang diberikan dari Para PMS Kemenag Sumsel, Kemenag OKUS, serta dari FKUB, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan para korban bencana untuk beberapa waktu ke depan.

“Saya harap bantuan yang kami berikan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat Ulak Pandan dan sekitarnya. Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa bapak dan ibu sekalian”, ujar H.Karep, S.Pd.MM selaku Kepala Kemenag OKU Selatan.

Selain itu, H.Karep meminta kepada masyarakat sekitar untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat menyebabkan banjir dan longsor, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang sampah di sungai yang menimbulkan saluran air tersumbat, serta tidak menebang pohon sembarangan. “Mari kita sama-sama merawat alam dan lingkungan, kita jaga lingkungan tempat tinggal agar kedepannya meminimalisir musibah di wilayah Kabupaten OKU Selatan”, ujarnya.

Salah satu warga yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada relawan dari Kemenag dan FKUB atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Hal ini karena sebagian korban belum bisa bekerja seperti sedia kala, sehingga tidak memiliki pemasukan untuk membeli bahan-bahan pangan.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, terlebih untuk membeli bahan pangan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih untuk kebaikan bapak dan ibu, semoga cepat di balas oleh Allah SWT.”, ucapnya.