Sinergi Polsek Pomalaa dan Petani: Mengawal “Emas Hijau” di Oko-Oko Demi Swasembada Pangan

Kolaka, Sulawesi Tenggarabidikhukumnews.com

Semangat mewujudkan ketahanan pangan nasional merambah hingga ke pelosok Desa Oko-oko.

Di bawah terik matahari Dusun 4 Tobimeita, Kapolsek Pomalaa IPTU Raynaldo Sembiring, S.Tr.K., turun langsung ke lapangan untuk meninjau perkembangan tanaman jagung di lahan binaan Polri, Sabtu (24/01/2026).

​Lahan seluas setengah hektare (50 Are) milik Ketua Gapoktan “Pada Idi”, Muhammad Bakri, kini menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat tani. Memasuki usia tanam 60 hari, hamparan jagung tersebut tumbuh subur dengan ketinggian mencapai satu meter, menjanjikan potensi panen yang melimpah.

​Modernisasi Pertanian untuk Hasil Maksimal

​IPTU Raynaldo Sembiring menjelaskan bahwa keberhasilan tanaman sejauh ini tidak lepas dari sentuhan teknologi. Penggunaan traktor dan alat tanam modern dalam pengolahan lahan terbukti efektif memudahkan petani dalam bekerja.

​”Kami tidak hanya memantau, tapi memastikan program Astacita Bapak Presiden Prabowo Subianto benar-benar menyentuh akar rumput. Polri hadir mendampingi masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan mandiri di wilayah hukum Polsek Pomalaa,” ujar Kapolsek.

​Tantangan Menuju Masa Panen
​Meski tumbuh subur, perjalanan menuju panen raya masih membutuhkan perhatian ekstra. Saat ini, fokus pendampingan diarahkan pada:
​Pengendalian Hama: Penyemprotan rutin untuk menekan pertumbuhan gulma dan hama daun.

​Nutrisi Tanaman: Kebutuhan pupuk jenis Phonska dan Urea menjadi prioritas untuk menjaga kualitas bulir jagung.

​Perawatan Teknis: Penataan bedengan yang lebih rapi guna mendukung drainase dan sirkulasi udara tanaman.

​Wujud Nyata Program Astacita
​Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program strategis Pemerintah Pusat, di mana Polri berperan aktif sebagai motor penggerak ketahanan pangan di tingkat desa dan kecamatan.

Sinergi antara Bhabinkamtibmas Aipda Ismail Usman Daud dan kelompok tani setempat menjadi kunci utama keberlangsungan program ini.

​”Kerja sama ini adalah bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas satu instansi, tapi tanggung jawab kita bersama untuk kemakmuran masyarakat Pomalaa,” pungkas IPTU Raynaldo.

​Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut berakhir pada pukul 10.15 WITA dengan situasi yang sangat kondusif, menyisakan optimisme besar bagi para petani di Desa Oko-oko.

Reporter: Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan

bidikhukumnews.com