“Dari Panggung ke Pemerataan: H. Agus Chandra Pimpin Kebangkitan Dangdut Cianjur”

Cianjurbidikhukumnews.com

Dunia hiburan rakyat Cianjur mendapatkan energi baru. Melalui Musyawarah Cabang (MUSCAB) yang digelar penuh kekeluargaan, kemarin (23/1), H. Agus Chandra, SE terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Cianjur periode 2026-2031. Pemilihan ini menandai babak baru komitmen untuk mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan para seniman dangdut lokal, 24 Januari 2026.

MUSCAB yang dihadiri puluhan seniman, musisi, dan penggiat industri dangdut ini berlangsung khidmat di Sekretariat Fans Of Rhoma And Soneta (FORSA) Kabupaten Cianjur. Forum menyepakati Agus Chandra, seorang pengusaha yang dikenal dekat dengan komunitas seni, sebagai nahkoda yang diyakini mampu membawa angin perubahan progresif.

“Ini bukan sekadar jabatan, ini adalah tugas pengabdian,” tegas H. Agus Chandra dalam sambutan pertamanya usai terpilih. “Dangdut adalah napas hiburan masyarakat kita, namun para pelakunya seringkali masih berjuang di garis ketidakpastian. Saatnya kita ubah itu.”

Di hadapan rekan-rekan senimannya, pria yang karib disapa Bang Agus ini menyampaikan visi besar yang berfokus pada empat pilar transformasi:

1. Payung Kesejahteraan: Membangun sistem perlindungan ekonomi yang jelas, termasuk standarisasi fee, penyaluran job yang transparan dan merata, serta advokasi untuk hak-hak seniman.
2. Sekolahnya Seniman Dangdut: Menggalang pelatihan intensif (workshop vokal, musik, manajemen panggung, hingga digital marketing) untuk meningkatkan daya saing dan profesionalisme.
3. Ekspansi Panggung: Memperluas jejaring ke tingkat regional dan nasional dengan menjembatani seniman lokal ke event organizer besar, stasiun TV, dan platform digital.
4. Lestarikan Akar, Sambut Masa Depan: Menjaga kemurnian dangdut sebagai warisan budaya sambil mendorong inovasi agar relevan bagi generasi muda, tanpa kehilangan jati diri.

“Kita punya segudang bakat yang tak kalah hebat. Target kita sederhana: seniman dangdut Cianjur tidak hanya dikenal, tapi juga sejahtera dan dihargai. Dari Cianjur untuk Indonesia,” ujar Agus Chandra dengan penuh keyakinan, disambut tepuk tangan riuh peserta muscab.

Terpilihnya sosok pengusaha dalam pimpinan PAMDI Cianjur diapresiasi banyak kalangan. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membawa pendekatan manajemen modern dalam mengelola potensi industri kreatif lokal yang selama ini kerap berjalan secara informal.

Dengan kepemimpinan baru ini, PAMDI Cianjur diharapkan tak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi menjadi katalisator yang mendorong musik dangdut Cianjur menuju era yang lebih terorganisir, maju, dan membawa kesejahteraan nyata bagi para pelakunya. Kebangkitan dangdut tanah Pasundan pun kini memiliki peta jalan yang lebih jelas.

Reporter: HDS/AS

bidikhukumnews.com