Sinyal Bahaya di PSN PT IPIP: Perselisihan Memuncak, HMI Mendesak Bupati Kolaka Dituntut Untuk Menyelesaikan
KOLAKA, SULTRA – bidikhukumnews.com
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kolaka (HMI CABANG KOLAKA) Terjadinya Eskalasi ketegangan di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) kian meruncing. Rentetan insiden yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir memicu desakan keras dari HMI agar Pemerintah Kabupaten Kolaka segera mengambil langkah konkret sebelum situasi berubah menjadi konflik sosial yang masif.
Kondisi rawan ini bersumber dari gesekan antagonis yang melibatkan oknum-oknum yang berkaitan dengan pihak PT Vale dan PT TRK. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya mediasi maka sangat potensi akan memakan korban jiwa.
”Situasi di lapangan perlu mendapat perhatian serius dan cepat dari pemerintah daerah. Jangan sampai pembiaran ini justru memicu ledakan konflik sosial yang lebih luas,” tegas Fadli Ketua HMI Cabang Kolaka dalam keterangannya.
Menurutnya, Bupati Kolaka memegang peran kunci sebagai pengambil kebijakan tertinggi di daerah untuk meredam potensi gejolak tersebut. Posisi kepala daerah dinilai sangat strategis untuk berdiri di tengah untuk menyelesaikan tanpa harus adanya keberpihakan antarpihak yang berselisih.
HMI juga mendesak PT. Vale Untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan di atas lahan yang bermasalah sebelum permasalahan selesai untuk menghindari konflik sosial yang berkepanjangan.
persoalan ini tidak hanya berkutat pada klaim penguasaan lahan, tetapi juga menyentuh pertanyaan serius tentang komitmen PT Vale terhadap prinsip hak asasi manusia (HAM) dan kode etik perusahaan olehnya itu HMI Cabang Kolaka meminta kepada Pihak Danantara dan Mind ID segera memanggil direksi PT Vale dan mengusut tuntas kisruh ini
Langkah PT Vale yang diduga masih menggunakan massa untuk melakukan penguasaan lahan yang menjadi wilayah penguasaan PT TRK akan potensi terjadi Konflik sosial di tengah-tengah masyarat.
Reporter: Mulyadi Ansan
(Kaperwil Sultra)






