Ujian Kenaikan Tingkat ASBKI Digelar di Palagan Bojongkokosan, Tanamkan Semangat dan Disiplin bagi Peserta
Sukabumi – bidikhukumnews.com
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Dojo Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia (ASBKI) digelar di area bersejarah Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Sukabumi. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai dojo cabang di bawah naungan ASBKI. Minggu (26/10/25)
Dalam wawancara dengan awak media, Ketua Panitia sekaligus Pelatih ASBKI, Isma’il Sumapraja, menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan UKT ini adalah untuk mengukur sejauh mana para siswa memahami dan menguasai materi latihan yang telah diberikan.
“UKT ini bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang terbaik, tapi lebih kepada evaluasi kemampuan diri. Melalui sesi sparing atau kumite, para siswa bisa melihat sejauh mana kemajuan mereka dalam mengaplikasikan teknik yang dipelajari, sekaligus belajar mengontrol emosi dan tetap tenang dalam situasi apa pun,” ujar Pak Isma’il.
Peserta UKT kali ini berasal dari beberapa dojo cabang, di antaranya Dojo SMA’IP, Dojo Lebak Pasar, Dojo Purwasari, dan Dojo Bojong Hilir Parungkuda. Ada juga Dojo Cibadak yang masih baru dan belum ikut serta pada periode ini. Secara keseluruhan, total peserta yang mengikuti ujian mencapai 61 orang.
Pak Isma’il menambahkan, kegiatan UKT di ASBKI dilaksanakan setiap empat bulan sekali, dengan latihan rutin dua kali dalam seminggu. Panitia pelaksana UKT sendiri melibatkan para anggota senior ASBKI yang sudah berpengalaman dan dewasa, dengan tujuan melatih mereka menjadi calon pelatih atau kader penerus organisasi.
Adapun tahapan yang dilalui peserta dalam UKT ini cukup lengkap, mulai dari Kihon (dasar-dasar gerakan Kyokushin), pengujian fisik dan stamina, Kata (rangkaian jurus), hingga sesi Komite atau pertarungan teknik antaranggota yang tetap diawasi panitia untuk menghindari cedera.
Selain itu, ada pula tes hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, sebagai bentuk penyeimbang antara kekuatan fisik dan ketenangan spiritual. “Kami ingin para siswa ASBKI tidak hanya kuat dalam bertarung, tapi juga rendah hati dan berakhlak baik,” jelasnya.
Menjelang akhir kegiatan, peserta akan mengikuti sesi Komite dan dilanjutkan dengan Tameshiwari atau pemecahan benda keras, ciri khas dari aliran Kyokushin yang menekankan kekuatan mental dan fisik secara bersamaan.
Dalam kesempatan itu, Pak Isma’il juga menyampaikan harapannya agar Kyokushin terus berkembang di Sukabumi, baik di tingkat kabupaten maupun kota.
“Saya ingin Kyokushin ini bisa semakin dikenal dan diterima masyarakat. Banyak yang mengira Kyokushin itu keras, padahal latihan-latihannya justru membentuk ketahanan fisik, mental, dan kedisiplinan tinggi. Harapan saya, anak-anak Indonesia bisa tumbuh menjadi generasi tangguh, kuat fisik, mental, dan rohani, Serta taat pada aturan agama dan negara,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Isma’il juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah setempat, dinas terkait, dan KORMI Sukabumi yang telah memberikan izin dan dukungan penuh atas terselenggaranya UKT ASBKI di Palagan Bojongkokosan.
Reporter : Latief







